Suara.com - Pada April lalu, peneliti menyebut bahwa penderita kanker darah perlu waspada karena risiko meninggal akibat virus corona Covid-19 tinggi. Penelitian terbaru pun kembali menguatkan hipotesis tersebut.
Dilansir dari Independent, studi yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Oncology, menyebut pasien dengan kanker darah lebih berisiko meninggal akibat virus corona daripada penderita penyakit lain.
Mereka meneliti kematian 319 pasien yang merupakan bagian dari proyek pemantauan kanker virus corona Covid-19 Inggris antara Maret dan Mei tahun ini.
Mereka menemukan sebanyak 295 pasien meninggal akibat Covid-19. Pasien yang menderita kanker seperti leukimia, limfoma, dan mieloma secara signifikan lebih rentan meninggal. Terlebih jika mereka baru saja menjalani kemoterapi.
Sementara itu, lebih dari 224 penderita kanker darah yang terkena Covid-19 dan dirawat di rumah sakit, lebih dari 36 persen di antaranya meninggal.
Efek Covid-19 pada darah telah menjadi karakteristik signifikan yang diamati di rumah sakit dengan pasien yang sakit parah. Mereka menderita pembekuan darah yang merusak dan bisa fatal pada paru-paru, jantung, dan otak.
Covid-19 awalnya dilihat sebagai penyakit pernapasan yang merusak paru-paru, tetapi dokter melaporkan efek yang dijuluki "darah lengket".
Sebelumnya di bulan April, sebuah penelitian di Lancet menunjukkan bahwa virus memengaruhi sel-sel yang melapisi pembuluh darah.
Begitu para peneliti memperhitungkan usia, jenis kelamin dan karakteristik lain, pasien leukemia dua kali lebih mungkin meninggal jika mereka didiagnosis dengan Covid-19 daripada rata-rata orang dengan kanker.
Baca Juga: Bentak-bentak Wakil Bupati, Keluarga Bongkar Makam Pasien Covid-19
Pasien dengan limfoma 72 persen lebih mungkin meninggal dan orang dengan mieloma 65 persen lebih mungkin meninggal.
Namun yang tidak jelas dari penelitian tersebut adalah berapa banyak penderita kanker darah yang terinfeksi Covid-19 tidak pergi ke rumah sakit atau hanya mengalami gejala ringan, yang akan menurunkan angka kematian secara keseluruhan.
Sekitar 200.000 pasien dengan kanker darah adalah bagian dari kategori pasien "sangat rentan" pemerintah Inggris dan disarankan untuk melindungi diri mereka sendiri selama pandemi.
"Temuan ini mengonfirmasi bahwa virus corona sangat berbahaya bagi orang dengan kanker darah, dan mereka akan sangat mengkhawatirkan 200.000 orang itu," ujar Gemma Peters, kepala eksekutif Blood Cancer Inggris.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!