Suara.com - Kanker usus salah satu jenis kanker umum yang bisa berbahaya bila tak ditangani dengan tepat. Kanker usus juga merupakan istilah umum kanker usus besar.
Tapi, banyak orang seringkali tidak menyadari dirinya menderita kanker usus atau tidak. Karena itu, Anda perlu memperhatikan feses atau tinja setiap kali buang air besar (BAB).
Perubahan kebiasaan buang air besar bisa menjadi gejala kanker usus. Menurut Taymount Clinic, usus yang sehat akan membuat tinja atau feses tenggelam ketika buang air besar.
Sedangkan, bentuk feses yang paling tidak sehat biasanya tampak seperti sosis halus dan lembut. Selain itu, mungkin juga ada sedikit retakan di bagian permukaannya.
"Normalnya, feses tidak akan mengapung saat BAB bila usus berfungsi dengan baik. Karena itu, Anda harus mencerna minyak dan lemak yang bisa membuat tinja tenggelam." ujar Klinik Taymount dikutip dari Express.
Feses yang mengapung sesekali tak perlu dikhawatirkan. Kecuali, bila feses selalu mengapung ketika BAB yang bisa jadi tanda masalah kesehatan serius. Selain itu, darah dari bagian atas di usus juga bisa mengubah warna tinja menjadi merah tua atau hitam.
Jika Anda melihat ada darah di tinja, maka Anda harus segera konsultasi dengan dokter. Terlebih, bila Anda selalu melihat perubahan pada bau tinja dan kebiasaan BAB lainnya.
Namun, Anda bisa menurunkan risiko kanker usus dengan mengubah pola makan atau gaya hidup. Makan daging merah dan olahan dalam jumlah besar berkaitan dengan risiko kanker usus.
NHS juga memeringatkan merokok, minum terlalu banyak alkohol dan obesitas juga bisa meningkatkan risiko kanker usus.
Baca Juga: Studi Temukan Pasien Kanker Darah Berisiko Tinggi Meninggal akibat Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat