Suara.com - Demensia merupakan sekelompok gangguan yang memengaruhi fungsi otak dan bisa menyebabkan kematian. Kondisi ini terbagi dalam banyak jenis dan penyebab yang berbeda-beda.
Sementara penyakit alzheimer adalah bentuk paling umum yang biasanya memengaruhi antara 50 hingga 75 persen orang yang menderita demensia.
Kondisi ini cenderung dikaitkan dengan orangtua, akan tetapi ada lebih dari 42 ribu orang di bawa usia 65 tahun dengan demensia di Inggris.
Tak ada obat untuk semua jenis demensia. Namun, menunda serangan demensia hingga lima tahun akan mengurangi setengah jumlah kematian akibat kondisi tersebut.
Menurut Alzheimer's UK dilansir dari The Sun, seseorang perlu memerhatikan beberapa hal jika ingin mencegah demensia. Luca Rado, salah satu pendiri Helpd Ltd, spesialis perawatan langsung di rumah telah membagikan cara mengenali lima tanda demensia.
1. Memori jangka pendek
Tanda awal demensia yang khas adalah hilangnya ingatan jangka pendek. Salah satu tanda yang paling umum adalah salah meletakkan barang-barang penting, seperti kunci atau lupa dengan menu sarapan Anda.
Kejadian-kejadian sehari-hari ini seringkali bisa menjadi indikator awal, terutama jika itu adalah masalah yang berulang.
2. Perubahan suasana hati
Baca Juga: Zaskia Sungkar Idap Polip Rahim, Kenali Penyebab dan Gejalanya!
Perubahan suasana hati atau kanker yang signifikan adalah tanda awal demensia lainnya. Kondisi ini adalah perubahan yang seringkali tidak terdeksi oleh penderotannya.
Namun, perubahan suasana hati merupakan indikator yang biasanya dipahami oleh anggota keluarga. Karena, demensia memengaruhi penilaian dan kesadaran diri, seperti cara orang bertindak dan melihat dirinya sendiri.
3. Kehilangan minat
Tanda awal demensia lainnya adalah hilangnya minat pada aktivitas dan hobi sehari-hari yang sebelumnya dinikmati.
Hal ini sering terjadi karena demensia memengaruhi pikiran dan ingatan. Sehingga individu tersebut mungkin tidak mempertimbangkan untuk mengambil bagian dalam hobinya.
4. Kurang fokus
Berita Terkait
-
Berkah Pion di Warung Kopi: Ketika Perang di Papan Hitam Putih Ternyata Bisa Lawan Pikun
-
Menopause dan Risiko Demensia: Perubahan Hormon yang Tak Bisa Diabaikan
-
Studi Mengungkapkan Bahwa Olahraga di Usia Lanjut Turunkan Risiko Demensia
-
Ulasan Buku Granny Loves to Dance: Saat Nenek Tercinta Terkena Alzheimer
-
Kondisi Kesehatan Bruce Willis Makin Memprihatinkan: Sulit Bicara dan Berjalan
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat