Suara.com - Seorang lelaki berusia 40 tahun asal Koja, Jakarta mengalami kebocoran jantung diduga akibat dari mengonsumsi obat kuat sebelum bercinta. Lelaki berinisial AH tersebut ditemukan dalam posisi tersungkur di sebuah kamar hotel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Dari hasil penyelidikan lebih lanjut, korban diduga sempat melakukan hubungan seksual dan mengonsumsi obat kuat yang pada akhirnya, menyebabkan korban mengalami serangan jantung.
"Karena mengonsumsi obat kuat itu, jantung korban tidak kuat yang kemudian mengakibatkan kematian. Korban dibawa ke RSUD Idaman Kota Banjarbaru untuk dilaksanakan visum," kata Kasubbag Humas Polres Banjarbaru Iptu Tajuddin Noor.
Lalu, bagaimana cara kerja obat kuat dan mengapa sampai bisa didakwa sebagai penyebab kematian hingga menyebabkan korban jiwa?
Dikutip Suara.com dari hellosehat, obat kuat bekerja dengan cara merangsang produksi siklik guanosin monofosfat. Zat tersebut dapat merelaksasi otot sehingga arteri di penis dapat melebar dan darah mengalir ke penis lebih mudah.
Lelaki yang kesulitan ereksi biasanya dipengaruhi oleh aliran darah yang tidak lancar, sehingga arteri sulit melebar. Sedangkan proses terjadinya ereksi memerlukan arteri yang melebar agar darah dapat mengalir ke penis dengan cepat.
Obat kuat sendiri dikonsumsi untuk tujuan menghasilkana ereksi.
Ada beberapa jenis obat kuat salah satunya sildenafil (viagra) yang kerap diresepkan untuk masalah impotensi. Tapi tahukah Anda bahwa sildenafil merupakan obat untuk menangani tekanan darah tinggi di paru-paru? Ya, memerlukan proses bagi sildenafil untuk jadi obat impotensi. Sildenafil (viagra) tidak akan memberikan efek apa pun kalau tidak ada rangsangan seksual.
Tidak hanya sildenafil untuk membantu ereksi, ada berbagai suplemen yang direkomendasikan seperti L-arginine, yohimbe, ginkgo, dan ginseng. Semua memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk pelebaran arteri dan relaksasi pembuluh darah.
Baca Juga: Sulit Fokus dan Komunikasi, Ini Gejala Alzheimer yang Patut Diwaspadai
Selain itu ada juga suplemen testosteron. Suplemen ini salah satu bagian dari terapi testosteron. Cara kerja suplemen testosteron adalah dengan merangsang produksi hormon testosteron atau hormon seksual laki-laki. Gairah seksual sendiri dipercaya dipengaruhi oleh peningkatan testosteron.
Produksi testosteron yang rendah dapat memengaruhi suasana hati laki-laki, begitu juga gairahnya. Meski sudah ada rangsangan seksual, ada kemungkinan ia tidak merasa bergairah.
Ditulis, meski mengonsumsi beberapa pil cenderung aman, tetap saja beberapa bahan-bahan di dalam obat kuat terkadang tidak tercantum pada label. Perlu ada riset lebih lanjut tentang bahan-bahan yang terdapat dalam obat kuat.
Ada beberapa efek samping mengonsumsi obat kuat seperti pening, tekanan darah rendah, mual, berdebar-debar, bahkan gemetar. Anda juga mesti berhati-hati dengan beberapa bahan seperti Kava yang sering dikaitkan dengan masalah kerusakan hati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?