Suara.com - Hari Olahraga Nasional atau Haornas diperingati setiap tahunnya pada 9 September.
Tahun ini, akibat pandemi Covid-19, Haornas 2020 diperingati secara virtual dengan tema Sport Science, Sport Industry, dan Sport Tourism. Sebelum dinamakan Haornas, dulu disebut sebagai Pekan Olahraga Nasional (PON).
PON diadakan pertama kali di Surakarta selama 4 hari, dari tanggal 9 hingga 12 September 1948.
Mengutip situs Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), PON pertama waktu itu diresmikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno dan penutupan dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku Ketua Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI).
Sebanyak 600 atlet bertanding di 9 cabang olahraga, di antaranya atletik, bola keranjang, bulutangkis, sepakbola, tenis, renang (polo air), panahan, bola basket, dan pencak silat.
Sebagai tuan rumah, Solo hadir sebagai kota peraih medali terbanyak, yaitu 16 emas, 10 perak dan 10 perunggu, dengan total 36 medali yang berhasil diraih.
Hingga kini, PON masih terus diselenggarakan sebagai ajang 4 tahunan. Jika sebelumnya diadakan sebagai turnamen antar kota, PON kedua yang diselenggarakan di Jakarta pada 1951 diikuti oleh peserta antarprovinsi yang mengikuti 18 cabang lomba dengan kehadiran 2600 atlet.
Saat itu Jawa Barat hadir sebagai provinsi dengan peraih medali terbanyak, yakni 32 medali, dengan rincian 21 medali emas, 10 medali perak, dan 11 medali perunggu. Jika tak terkendala Covid-19, PON 2020 yang ke-20 rencananya akan diadakan di Papua sebagai tuan rumah.
Nah, yang menarik untuk diketahui terutama oleh generasi muda adalah mengenai sejarah Hari Olahraga Nasional. Seperti apa? Berikut ulasan lengkapnya.
Baca Juga: Hari Olahraga Nasional, Yuk Main Tenis untuk Tingkatkan Harapan Hidup
Cikal Bakal Hari Olahraga Nasional
Pascamerdeka dan sebelum diadakannya PON, Persatuan Olahraga Indonesia (PORI) ingin para atlet Indonesia berlaga di kancah internasional dengan mengikuti Olimpiade Musim Panas XIV London pada 1948.
Sayang, para atlet tanah air pada akhirnya tidak bisa berlaga karena kendala teknis, di mana saat itu PORI belum terdaftar sebagai anggota IOC atau Internasional Olympic Committee. Apalagi, status Indonesia dianggap belum jelas, karena masih berada di bawah bayang-bayang penjajahan Belanda.
Hal ini menjadikan para atlet nasional pun tidak bisa bertanding. Dan untuk mengobati kekecewaan, akhirnya PORI mengadakan ajang olahraga dalam negeri bertaraf nasional, yakni PON.
Pendanaan dan waktu yang terbatas sangat berat dirasakan panitia pelaksana saat itu, apalagi beberapa kali masih terjadi Agresi Militer Belanda ke Indonesia. Namun penyelenggaraan tetap dijalankan, dengan menghadirkan Soekarno sebagai pembuka acara PON pertama pada 9 September, yang akhirnya diperingati sebagai HAORNAS setiap tahunnya hingga saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance