Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Rabu, 16 September 2020 | 15:31 WIB
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Suara.com - Virus corona Covid-19 diprediksi akan menjadi penyakit musiman, seperti flu ketika populasi satu kawanan terinfeksi, sembuh dan berhasil membentuk imunitas. Artinya, banyak orang yang menjadi kebal untuk mencegah penyebaran virus corona.

Tapi, virus corona Covid-19 kemungkinan akan menyebar sepanjang tahun sampai kondisi itu terjadi. Sebuah penelitian telah menyoroti pentingnya mengikuti langkah-langkah kesehatan masyarakat untuk mengendalikan virus.

"Covid-19 akan bertahan dan terus menyebabkan wabah sepanjang tahun sampai membentuk kekebalan kawanan atau herd immunity," kata penulis senior studi Hassan Zaraket, asisten profesor virologi di American University of Beirut di Lebanon dikutip dari Live Science.

Oleh karena itu, masyarakat perlu belajar untuk menghadapinya dan terus mempraktikkan tindakan pencegahan terbaik, termasuk pemakaian masker, menjaga jarak fisik, menjaga kebersihan tangan dan menghindari perkumpulan sosial.

Banyak virus tampaknya mengikuti pola musiman, misalnya di daerah beriklim sedang, kasus flu biasanya memuncak di musim dingin dan berkurang selama musim panas.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Hal yang sama juga berlaku untuk jenis virus corona tertentu yang menyebabkan flu. Tapi, para ilmuwan tidak tahu pasti penyebab virus ini mengikuti pola musiman.

Tapi, sejumlah faktor diduga ikut berperan penting. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa banyak virus pernapasan lebih stabil dan bertahan di udara lebih lama pada lingkungan bersuhu dingin dan kelembapan rendah.

Studi awal tentang virus corona Covid-19 juga menunjukkan bahwa penularan virus bisa meningkat pada suhu yang lebih dingin dan penurunan suhu yang lebih hangat.

Tapi, faktor yang dikenal sebagai angka reproduksi dasar (RO) atau jumlah rata-rata orang yang tertular virus dari satu orang yang terinfeksi harus turun di bawah 1, jika ingin kasusnya menurun. Hal ini berlaku pada semua jenis penyakit menular apapun.

Sementara, RO untuk virus corona Covid-19 tampaknya relatif tinggi. Banyak ilmuwan memperkirakan tingkat RO virus corona antara 2 dan 3 dibandingkan dengan sekitar 1,3 pada penyakit flu musiman.