Suara.com - Suplemen Rhea Health Tone (RHT) menjadi buah bibir masyarakat Indonesia, setelah disebut ampuh menangkal virus corona penyebab Covid-19. Benarkah demikian?
Dibuat oleh perusahaan farmasi Rhea Pharmaceutical, di mana mantan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menjadi salah satu pemegang sahamnya, RHT disebut membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Saat berbicang dengan Suara.com, Kamis (17/9/2020) hal pertama yang Eko pertegas, RHT bukanlah obat Covid-19. Ia mengatakan RHT adalah suplemen yang bekerja sebagai imunomodulator yang memodifikasi sistem imun untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
"RHT sebenarnya suplemen yang didesain bukan untuk Covid-19 tapi didesain untuk kesehatan, jadi dia bisa membantu tekanan darah mencegah penyumbatan pembuluh darah, antioksidannya bisa mencegah potensi cancer," ujar Eko.
Menurut Eko RHT, bekerja dengan memperkuat sel ACE 2 di tubuh manusia, sebagai reseptor atau pintu masuk virus atau bakteri yang menginfeksi manusia.
Sama seperti Covid-19 yang masuk ke tubuh manusia melalui ACE 2 resptor yang ada di saluran pernapasan.
"Kebetulan Covid-19 masuknya lewat ACE 2, karena ACE 2 diperkuat, Covid-19 nggak bisa masuk akhirnya dia mati sendiri," jelas Eko.
Sudah Diuji dengan Virus Corona Serupa SARS-CoV-2
Suplemen ini kata Eko sudah menjalani uji coba sejak Maret 2020 di University of Texas, Amerika Serikat. Meski bukan SARS CoV 2, namun ia mengklaim RHT sudah diuji terhadap virus yang serupa yakni infectious bronchitis virus (IBV) dan berhasil bekerja.
Baca Juga: Ahli Penyakit Menular AS Rekomendasikan 2 Jenis Suplemen yang Dikonsumsinya
"Corona IBV ini secara PCR mirip Covid-19, berhasil, kemudian dibantu oleh perusahaan sains Singapura, kita melakukan uji in vitro terhadap Covid-19 di University of Texas dan berhasil, itu bagian dari phase 1 clinical trial kita," terang Eko.
Selain terhadap virus, suplemen ini sudah diuji kepada hewan dan sukses. Sarjana Teknik Elektro dari University of Kentucky itu juga menyebut suplemen ini sudah mendapatkan izin edar BPOM, dan berencana melakukan clinical trial phase 2 di beberapa rumah sakit Indonesia.
"Sekarang masih pembahasan protokol (clinical trial phase 2) mudah-mudahan bulan ini selesai, kalau bulan ini sudah selesai bisa dicoba ke volunteer," imbuhnya,
Hingga kini produk RHT kata Eko selalu ludes di pasaran, bahkan menurut beberapa testimoni orang berhasil sembuh dari Covid-19 dalam 5 hingga 7 hari. Tapi lagi-lagi ia menegaskan RHT bukanlah obat Covid-19.
"Kita lebih klaim sebagai kesehatan, tapi masyarakat sekarang pakai, karena rata-rata yang pakai testimoninya 5 sampai 7 hari mereka sembuh, kecuali kalau ada TBC. Tapi lagi-lagi kita tidak boleh klaim, karena ini suplemen," tutup Eko.
Suplemen ini kata dia, sudah bisa dibeli bebas dan banyak dijual secara online, bahkan keberadaannya selalu diburu pembeli dan ludes dalam waktu 5 hari setelah pengadaan barang.
Berita Terkait
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
5 Vitamin untuk Perempuan Jelang Menopause, Cocok Diminum sejak Usia 40-an
-
5 Rekomendasi Suplemen Anti Aging untuk Cegah Keriput dan Penuaan Dini
-
5 Suplemen untuk Atasi Rambut Rontok, Rambut Lebih Lebat dan Bebas Botak
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia