Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM telah memberi izin edar terhadap suplemen merek Rhea Health Tone (RHT). Obat herbal tersebut ramai diperbincangkan lantaran disebut-sebut bisa mencegah infeksi virus corona penyebab sakit Covid-19.
Diproduksi oleh PT Rhea Pharmaceuticicial Siences Indonesia, RHT telah mendapat nomor registrasi BPOM sejak 2 April 2020 dengan kategori obat tadisional.
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia dr. Inggrid Tania, MSi menjelaskan, obat tradisional tidak perlu melakukan uji klinis ketika didaftarkan ke BPOM.
"Untuk mendapatkan izin edar memang tidak ada persyaratan uji klinis. Tapi menunjukan komposisinya apa aja, utamanya itu. Diproduksi, sarananya seperti apa. Itu aja," kata Inggrid saat dihubungi Suara.com, Kamis (17/9/2020).
Menurut Inggrid, umumnya obat tradisional mengandung bahan herbal dari tanaman termasuk RHT yang diekstrak dari tanaman kemudian diproduksi jadi minyak essential.
Inggrid menyampaikan, sejak didaftarkan ke BPOM, RHT memang tidak memiliki klaim bisa mengatasi infeksi virus corona Covid-19.
"Sebetulnya bukan untuk Covid-19 tapi untuk memelihari kesehatan. Karena memang belum diuji klinis. Jadi klaim di BPOM untuk memenuhi suplemen kesehatan," katanya.
Meski telah ada sejumlah testimoni penggunaan RHT mampu mengatasi infeksi virus corona, Inggrid mengatakan hal itu saja tidak cukup.
"Baru testimoni, itu perlu diverifikasi valid atau direkayasa. Karena itu pentingnya penelitian. Regulasinya jelas, banyak yang mengawasi institusinya. Sehingga sangat kecil sekali rekayasa," ujarnya.
Baca Juga: Sepekan PSBB Berjalan, Kasus Positif Covid-19 Kota Serang Naik 15 Persen
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut