Suara.com - China memutuskan untuk menghentikan impor produk makanan laut atau seafood dalam kemasan beku dari Indonesia. Kebijakan itu dilakukan setelah mereka menemukan jejak virus corona Covid-19 pada kemasan makanan tersebut.
Kantor bea cukai China menyatakan bahwa otoritas pemerintah telah menemukan partikel virus corona pada kemasan hairtail beku. Karena itu, untuk sementara China menghentikan pembelian produk seafood dari PT Putri Indah selama sepekan ke depan.
Sebenarnya, kekhawatiran tentang risiko penularan virus corona Covid-19 melalui kemasan sudah ada sejak beberapa bulan lalu.
Selain kemasan makanan beku, banyak orang mengkhawatirkan risiko penularan virus corona melalui kemasan makanan lain di supermarket ketika berbelanja.
Tapi, apakah benar kemasan makanan berisiko menularkan virus corona?
Secara teori, seperti dilansir dari BBC, virus corona Covid-19 bisa menular dari bahan kemasan. Studi berbasis laboratorium telah menunjukkan bahwa virus bisa bertahan selama berjam-jam pada bahan kemasan, seperti karton dan plastik.
Apalagi, virus lebih stabil pada suhu yang lebih rendah. Namun, beberapa ilmuwan masih mempertanyakan hasil temuannya bisa direplikasi di luar laboratorium atau tidak.
Dr Julian Tang, profesor ilmu pernapasan di University of Leicester, mengatakan bahwa di dunia luar, kondisi lingkungan berubah cepat. Artinya, virus corona Covid-19 tidak akan bertahan lama.
Emanuel Goldman, profesor mikrobiologi di Rutgers University juga menunjukkan bahwa studi laboratorium menggunakan sampel hingga 10 juta partikel virus corona.
Baca Juga: Selain Manusia, Kucing Juga Alami Masalah Pernapasan Akibat Covid-19
Ternyata, tetesan aerosol ke permukaan ketika bersin atau batuk bisa membawa sekitar 100 partikel virus corona Covid-19.
Menurut Emanuel, kemungkinan penularan virus corona melalui permukaan benda mati sangat kecil, termasuk permukaan.
Hanya saja, ada pengecualian ketika seseorang bersin atau batuk dan mengontaminasi permukaan, lalu orang lain menyentuh permukaan itu dalam kurun waktu 2 jam. Jika begitu, penularan virus corona Covid-19 melalui permukaan yang terkontaminasi mungkin saja terjadi.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan ada kemungkinan seseorang bisa tertular virus corona Covid-19 dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi. Meski begitu, itu bukanlah cara utama penyebaran virus corona Covid-19.
Risiko penularan umumnya didasarkan pada asumsi bahwa pekerja di pabrik pengemasan makanan mungkin menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Lalu, mereka menyentuh mata, hidung dan mulut tanpa mencuci tangan dahulu.
Oleh karena itu, para ilmuwan tidak menganggap ini sebagai jalur utama pada sebagian besar kasus penularan virus corona Covid-19.
Berita Terkait
-
Ironi Gizi di Negeri Kaya: Panganan Segar Melimpah, Tapi Produk Kemasan Jadi Jalan Pintas
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
Serum Wajah Digunakan Setiap Hari, Ini Alasan Higienitas Tak Boleh Diabaikan
-
Gonta-ganti Kemasan dan Lingkaran Mati Konservasi Lingkungan
-
4 Fakta Buba Tea Bali yang Viral Jual Matcha Infus, Harga Mulai Rp190 Ribu
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS