Suara.com - Spanyol memperketat aturan pemeriksaan virus Corona sebelum kembali membuka sekolah.
Salah satu syaratnya, guru wajib menjalani tes Covid-19 dan mendapatkan hasil negatif sebelum dibolehkan mengajar di sekolah.
Dilansir VOA Indonesia, Ribuan guru dan staf pendukung di Spanyol mengantri di jalanan kota Madrid belum lama ini, setelah mereka diberi tahu oleh pihak yang berwenang untuk melakukan tes virus corona hanya beberapa hari sebelum kelas pengajaran dimulai kembali.
Sementara itu di sekolah JH Newman, di kota Madrid, para guru dan staf pendukung menunggu di luar sebuah pusat medis portable.
Carmen Collado adalah seorang guru yang sudah mengajar lebih dari 10 tahun. Ia mengatakan bahwa tes tersebut dapat membuat para staf merasa lebih tenang dan membuat keluarga para siswa merasa lebih aman.
"Tes Covid ini akan membuat kami lebih tenang karena kita semua berpotensi sebagai penyebar virus. Tes ini juga dapat menenangkan banyak keluarga dari para siswa yang akan kembali masuk ke sekolah," katanya.
Pembukaan kembali sekolah-sekolah di Spanyol akan dilakukan secara bertahap, mulai dengan siswa usia pra-sekolah atau taman kanak-kanak terlebih dahulu, kemudian anak-anak yang berusia lebih tua akan kembali pada minggu berikutnya.
Karena diwajibkan, para siswa sekolah JH Newman harus membiasakan diri menggunakan masker di kelas, mematuhi sistem berjalan searah di koridor dalam gedung sekolah dan sering mencuci tangan.
Carmen Collado mengatakan bahwa para murid telah berhasil menyesuaikan diri saat berada dalam keadaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ia berharap mereka dapat terus beradaptasi dengan keadaan baru ini.
Baca Juga: Diperpanjang, Tak Ada Belajar Tatap Muka di Palembang Hingga Akhir Tahun
"Kami sebagai guru sangat terkejut melihat reaksi para siswa akan kemampuan mereka untuk beradaptasi dalam situasi terkurung pada tahap awal PSBB dan terhadap pekerjaan rumah yang diberikan kepada mereka. Secara keseluruhan semua tampak sangat positif. Jadi kami berharap bahwa kemampuan beradaptasi ini yang dimiliki anak-anak berusia muda dapat mengatasi suasana baru ini," kata Carmen Collado.
Daerah kota Madrid merupakan lokasi penyebaran virus corona yang rawan, dengan hampir 32 ribu kasus baru yang tercatat secara resmi selama dua minggu belakangan ini.
Berita Terkait
-
Kisah Desi dan Aini: Saat Idealisme Guru Bertemu Tekad Baja Sang Murid
-
Wajah Mbappe Berdarah! Arbeloa Ngamuk ke Wasit usai Real Madrid Ditahan Girona
-
Membuka Akses Lebih Luas: Peran SIS dalam Menghadirkan Pendidikan Internasional di Indonesia
-
LaLiga Buka Peluang Main di Maroko, Javier Tebas: Mengapa Tidak?
-
Ji Chang Wook Sukses Gelar Charity, Hasilnya Dipakai Bangun 2 Sekolah PAUD di NTT
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan