Suara.com - Tes Covid-19 tidak bisa dilakukan di sembarang di laboratorium. Hanya laboratorium yang telah memenuhi syarat sebagai laboratorium Bio Safety Level II (BSL-II) yang bisa melakukan pemeriksaan spesimen virus corona.
Namun, banyak masyarakat masih dibuat bingung dengan hasil tes Covid-19 yang didapatnya, lantaran terjadi perbedaan hasil dengan tes awal. Bahkan, tes Covid-19 yang sama bisa berbeda hasilnya saat dilakukan di dua laboratorium yang berbeda.
Hal inilah yang terjadi pada dua orang karyawan perkantoran bernama R dan A. Keduanya dinyatakan OTG Covid-19 setelah melakukan uji serologi. Lalu mereka pun diminta melakukan isolasi mandiri.
Selang beberapa hari, R dan A melakukan tes PCR di sebuah laboratorium untuk memastikan positif atau negatif corona. Namun, hasil periksa menyatakan kedua negatif Covid-19. Padahal, hasil serologi yang sudah dilakukan oleh kantor mereka adalah reaktif.
Karena pihak kantor ragu, mereka pun memutuskan melakukan tes PCR kembali di sebuah rumah sakit. Hasilnya, positif Covid-19.
Menanggapi kasus ini, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Achmad Yurianto mengatakan perbedaan hasil tes di laboratorium memang bisa terjadi karena tergantung ketelitian tenaga kesehatan yang mengambil sampel.
"Perlu dicek apa di-swabnya diambil oleh orang yang sama atau tidak, dites di tempat yang sama atau tidak. Juga harus dicek kualitas reagennya," ujar Yurianto kepada Suara.com, Senin (21/09/2020).
Reagen merupakan cairan untuk tes virus corona dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Selain reagen, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan hasil tes menjadi beda. Atau saat diambil sampel atau swab-nya tidak baik, sehingga tidak terambil material yang tepat.
Perbedaan pemeriksaan virus corona melalui rapid test dan pemeriksaan swab juga berpengaruh, dan itu perlu diamati, karena rapid test corona hanya bisa digunakan sebagai skrining atau penyaringan awal. Sementara, untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19, hasil pemeriksaan swab yang digunakan.
Baca Juga: Peneliti Sebut Kombinasi Obat Ini Ampuh Pulihkan Pasien Covid-19
Menurut Yuri, hasil berbeda bisa berbeda karena pemeriksaan sampel dilakukan di tempat yang berbeda. Itu sebabnya, dirinya lebih menyarankan agar masyarakat tidak melakukan pemeriksaan ke laboratorium dan dokter yang berbeda.
Yuri memastikan setiap laboratorium yang menyelenggarakan tes Covid-19 itu akan mendapatkan izin dari Litbangkes, sehingga tak mungkin adanya laboratorium berulah, karena ini virus yang bisa membahayakan setiap orang.
“Sejak dulu standar laboratorium itu ketat, tak mudah untuk membuka layanan itu. Terpenting memenuhi persyaratan untuk membuka laboratorium, dan standar penilaiannya bisa mendapatkan izin itu berada di Litbangkes,” jelasnya.
Kendati begitu, jika memang pihaknya menemukan laboratorium yang belum memenuhi standar tes Covid-19, tentu akan langsung ditindak. Namun, ia kembali tegaskan bahwa semua laboratorium yang diizinkan melakukan tes itu pasti sudah memenuhi standar Litbangkes.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi