Suara.com - Kafein pada kopi memang kerap jadi musuh bagi lambung, terlebih bagi penderita gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung. Itu sebabnya, sebelum minum kopi, para penderita GERD ini harus memastikan dulu kalau lambungnya dalam kondisi tidak ada keluhan.
Tapi ternyata semua juga bergantung pada jenis minuman kopinya, seberapa banyak terkandung kadar kafein di dalamnya. Kopi ada berbagai jenis dan variannya, jadi kita boleh bertanya lebih dulu seberapa kuat kandungan kafein dalam minuman tersebut.
"Jadi sekali lagi, kesehatan itu berhubungan dengan tingginya kandungan dari kafein, makanya harus dipelajari dulu berapa sih komponen dari kafein," ujar dokter spesialis penyakit dalam, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam dalam diskusi IG live beberapa waktu lalu.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu berkata bahwa kadar toleransi tubuh terhadap kafein maksimal 150 miligram total dalam sehari. Biasanya, jenis kopi double espresso kandungan kafeinnya lebih tinggi dibanding yang single. Dan ternyata, jika dicampur susu bisa lebih menetralkan dampak dari kafein ke tubuh.
"Terus terang saja, susu ini bisa menetralkan, jadi pelapis dari dampak kafein. Jadi saya pun kadang memilih untuk mengkonsumsi kopi dicampur susu dibanding kopi yang memang murni kopi saja," ungkapnya.
Campuran susu pada kopi bisa menjadi pelapis dinding lambung yang rusak akibat sifat agresif atau sifat merusak dari kafein di dinding lambung.
Lalu, bagaimana dengan kopi yang dicampur kandungan herbal seperti jahe atau kunyit? Menurut Prof. Ari, bergantung pada keluhan yang dialami setelah meminumnya.
Jika tidak bermasalah, tidak mual atau diare, maka boleh melanjutkannya, karena kadar toleransi setiap orang berbeda-beda.
"Kalau di lambung kita enggak ada masalah, ya silakan saja bisa digunakan. Tapi sekali lagi, ketika kita mempunyai permasalahan pada lambung, ya kita harus hati-hati mengkonsumsi kopi yang mengandung asam lambung, artinya bisa merangsang timbulnya asam lambung tadi," tutupnya.
Baca Juga: Minum Kopi Bisa Sebabkan Asam Lambung, Dokter Angkat Bicara
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi