Suara.com - Indonesia masih menjadi salah satu negara di urutan terbelakang dalam hal kemampuan belajar para siswa-siswinya. Internasional Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018, mencatat bahwa Indonesia menempati urutan enam terbawah yaitu peringkat 72 dari 77 negara.
Mirisnya pandemi Covid-19 membuat anak lekat dengan pendidikan digital, yang hanya mengandalkan sentuhan dan tatap muka dari layar. Padahal dengan menulis dan mencatat di buku akan membuat anak lebih mudah memahami pelajaran.
"Ini karena tulisan menjadi sebuah renungan untuk dibaca kembali nanti agar dapat memahami dan mengingat secara mendalam, sehingga dapat memicu pemikiran kreatif anak," ujar Santo Yuwana, Head of Domestic BusinessUnit Cultural APP Sinar Mas, dalam keterangannya yang diterima suara.com, Rabu (30/9/2020).
Selain itu, menulis dengan tangan tidak akan terbatas oleh penggunaan listrik dan baterai. Sehingga setiap anak yang menulis secara tidak langsung ia membaca dan kembali meresapi pelajaran yang dicatatnya.
"Hal ini dapat menjadi strategi belajar yang ampuh bagi para pelajar. Meskipun mencatat dengantulisan tangan tidak secepat mengetik di gadgetdan menulis sesuai kata demi kata seperti yang dijelaskan oleh pengajar,namun pelajar yang mencatat dengan tulisan tangan dapat mengambil informasi yang paling penting dan relevan dari apa yang diterangkan," tambah Santo.
Seperti penelitian yang dilakukan Markus Kiefer dan rekan-rekannya pada 2015 lalu mengungkap jika tulis tangan membutuhkanreproduksi bentuk setiap huruf yang dibentuk secara hati-hati.
Berbeda dengan mengetik gerakan atau motorik tubuh tidak terlibat dengan pembentukan huruf, sehingga fungsi motorik yang terkait dengan tulisan tangan memberikan jejak memori informatif tambahan dan dapat berkontribusi pada representasi bentuk huruf dan arti dari kalimat.
Meningkatkan kemampuan analisis
Diakui jika mengetik di keyboard laptop atau komputer cenderung lebih cepat, dan menulis dengan tangan lebih lambat. Tapi dengan catatan anak bisa lebih berkreatifitas dan beranalisis, karena untuk membuat jadi lebih ringkas, akan akan membuat tambahan lain dengan gambar tangan.
Baca Juga: Tulisan Tangan Dwi Sasono di Foto Jadul Widi Mulia Jadi Sorotan
"Memberikan lingkaran, menggarisbawahi, atau menambahkan informasi tambahan sehingga mempunyai unsur keterikatan personal yang lebih mendalam dan juga dapat membantu dalam memahami dan mengingat," tutur Santo.
Hal ini sesuai dengan percobaan yang dilakukan Pam Mueller dariPrinceton University pada 2014 lalu, di mana pelajar diberi tugas menyaksikan tayangan Ted Talks dan diminta mencatat.
"Hasilnya menunjukkan bahwa pelajar yangmencatat dengan tulisan tangan dapat menyimpan informasi lebih baik daripadapelajar yang mengetik dengan laptop," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan