Suara.com - Sebuah studi menemukan bahwa hampir sepertiga pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Amerika Serikat mengalami tanda-tanda perubahan fungsi mental mulai dari fungsi neurologis yang memburuk seperti kebingungan hingga tidak responsif mirip koma.
Disebutkan bahwa pasien yang mengalami perubahan fungsi mental ini memiliki hasil medis yang buruk. Demikian menurut penelitian yang diterbitkan pada hari Senin (6/10/2020) di Annals of Clinical and Translational Neurology.
Studi tersebut mempelajari catatan 509 pasien Covid-19 pertama yang dirawat di rumah sakit, dari 5 Maret hingga 6 April, di 10 rumah sakit dalam sistem kesehatan Kedokteran Barat Laut di daerah Chicago, AS.
Pasien-pasien tersebut dirawat di rumah sakit tiga kali lebih lama dibandingkan pasien tanpa perubahan fungsi mental. Dan setelah mereka dipulangkan, hanya 32 persen pasien dengan fungsi mental berubah yang dapat menangani aktivitas rutin sehari-hari. seperti memasak dan membayar tagihan. Demikian dikatakan Dr. Igor Koralnik, peneliti senior dan kepala penyakit infeksi saraf dan neurologi global di Northwestern Medicine.
Sebaliknya, 89% pasien tanpa perubahan fungsi mental dapat mengelola aktivitas tersebut tanpa bantuan.
Dilansir dari New York Tomes, pasien dengan perubahan fungsi mental - istilah medisnya adalah ensefalopati - juga hampir tujuh kali lebih mungkin meninggal dibandingkan mereka yang tidak memiliki masalah semacam itu.
“Ensefalopati adalah istilah umum yang berarti ada yang salah dengan otak,” kata Koralnik. Deskripsi tersebut dapat mencakup masalah dengan perhatian dan konsentrasi, kehilangan ingatan jangka pendek, disorientasi, pingsan, dan sangat tidak responsif.
"Ensefalopati dikaitkan dengan hasil klinis terburuk dalam hal kemampuan untuk mengurus urusan mereka sendiri setelah meninggalkan rumah sakit, dan kami juga melihat itu terkait dengan kematian yang lebih tinggi, terlepas dari tingkat keparahan penyakit pernapasan mereka," katanya.
Para peneliti tidak mengidentifikasi penyebab ensefalopati, yang dapat terjadi dengan penyakit lain, terutama pada pasien yang lebih tua, dan dapat dipicu oleh beberapa faktor yang berbeda termasuk peradangan dan efek pada sirkulasi darah, kata Dr. Koralnik.
Baca Juga: Marak Mafia Rumah Sakit Covidkan Pasien, Dimana Bareskrim Polri
Ada sangat sedikit bukti sejauh ini bahwa virus secara langsung menyerang sel-sel otak, dan sebagian besar ahli mengatakan efek neurologis mungkin dipicu oleh respons peradangan dan sistem kekebalan tubuh yang sering mempengaruhi organ lain, serta otak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi