Suara.com - Seorang perempuan bernama Abigail Valletta dari Carolina Utara menjadi sangat pantas disebut sebagai orang yang sangat kuat, mengingat ia menjalani dua perawatan sekaligus akibat kanker payudara.
Valletta tahu bahwa dirinya mengidap kanker tersebut sejak ia menemukan benjolan di payudaranya saat sedang mandi. Saat itu perempuan 32 tahun ini sedang hamil 14 minggu.
Ketika ia memeriksakannya, awalnya sang dokter tidak percaya. Ia mengatakan benjolan tersebut adalah perubahan terkait kehamilan.
Tetapi Valletta saat itu bersikukuh dan meminta dilakukan USG. "Saya meminta USG hanya untuk meyakinkan diri saya sendiri," katanya, dilansir dari Fox News.
Hasilnya kanker payudara duktal invasif, dan dilaporkan itu berasal dari mutasi BRCA-1. Pusat Pengandalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC US) mengatakan semua perempuan memiliki gen BRCA1 dan BRCA2. Namun hanya sekitar satu dari 500 perempuan yang mengalami mutasi.
"Saya tahu bahwa kakek nenek saya memiliki riwayat kanker payudara, tetapi kami tidak tahu tentang mutasi gen tersebut," sambung Valletta.
Tumornya tumbuh pesat dan terdeteksi selama tahap 2. Karenanya, Valletta harus segera menjalani kemoterapi dan mastektomi ganda. Semua itu dilakukannya saat hamil.
Ajaibnya, ketika waktu melahirkan tiba, sang bayi yang diberi nama Madelyn lahir dengan sehat.
"Dia lahir cukup bulan pada 37 minggu. Dia memiliki lebih banyak rambut daripada yang saya miliki saat lahir," lanjut Valletta.
Baca Juga: Eddie Van Halen Meninggal Kena Kanker, Kenapa Kemoterapi Tak Menyembuhkan?
Ia pun mencari sumbangan ASI dari organisasi yang menyediakan donasi, Triangle Milk Share, yang sudah menjalani pemeriksaan keamanan melalui WakeMed's Milk Bank.
"Mereka memberi ASI pada Madelyn selama 15 bulan ketika saya tidak mampu," ujar Valletta.
Valletta berbagi kisahnya dengan tujuan untuk mendorong semua perempuan waspada kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan mandiri secara rutin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi