Suara.com - Karena pendemi Covid-19 sejak awal 2020, bekerja di rumah atau Work From Home (WFH) mungkin bukan menjadi hal asing lagi bagi banyak karyawan. Meski demikian, bekerja dari rumah untuk waktu yang lama dapat memengaruhi kesehatan mental. Pada beberapa kasus, rasa kesepian, kecemasan, mudah marah hingga depresi sangat mungkin melanda.
Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober, ketahui kiat sederhana menjaga kesehatan mental saat WFH selama pandemi Covid-19, dirangkum dari Forbes.
1. Tetap terhubung dengan orang lain
WFH yang merupakan bentuk upaya isolasi mandiri mungkin sulit bagi orang yang bekerja sendiri. Koneksi adalah kuncinya, dan ini bisa menjadi tantangan ketika Anda tidak meninggalkan rumah untuk waktu yang lama.
Jadi, ingatlah untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga, meskipun itu hanya dapat dilakukan melalui panggilan Zoom atau video call.
Selalu kirim pesan teks kepada seseorang yang Anda sayangi, baik itu pasangan, keluarga maupun sahabat-sahabat Anda.
2. Miliki rutinitas dan konsekuen melakukannya
Berpegang teguh pada rutinitas tidak berarti Anda harus mematuhi standar lama jam kantor 9-5, dan hanya mengambil waktu istirahat di malam hari.
Ini berarti bahwa Anda memiliki sistem untuk bangun tepat waktu, bersiap-siap, merasa percaya diri, dan menyelesaikan pekerjaan Anda tepat waktu.
Baca Juga: Jelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, TikTok Ajak Peduli Kesehatan Mental
Jika Anda melakukan ini secara teratur, ini akan terasa lebih alami dari waktu ke waktu, dan Anda tidak perlu terlalu terbebani. Dengan mematuhi rutinitas, Anda memastikan tugas terpenting selalu selesai tepat waktu dan tidak menundanya.
3. Masukkan aktivitas fisik dalam rutinitas
Salah satu keuntungan terbesar WFH adalah Anda dapat melakukan hal-hal yang mungkin tidak dapat dilakukan jika berada di kantor sepanjang hari. Jadi agar tidak jenuh, bergeraklah dan lakukan sedikit olahraga.
Sebelum mulai bekerja, Anda dapat 20 menit berjalan-jalan di sekitar rumah sambil mendengarkan musik. Atau cari tempat yang nyaman untuk duduk, dan kemudian melakukan pernapasan dalam. Anda akan melihat bahu akan rileks, dan tubuh Anda terasa lebih ringan.
Terlepas dari itu semua, ingatlah bahwa WFH adalah "normal baru", semakin cepat membiasakan diri dan beradaptasi dengan apa yang membuat Anda paling produktif, bugar, dan sehat secara mental, itu akan semakin baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?