Suara.com - Demi kesehatan dan kebersihan organ intim, ahli menyarankan untuk mengganti pakaian dalam secara teratur. Namun, sebuah survei membuktikan bahwa tidak semua pria mengganti celana dalam setiap hari, bahkan di saat pandemi Covid-19 sekarang ini.
Dilansir dari Metro, sebanyak 22 persen pria tidak selalu memakai celana dalam bersih. Sebuah survei oleh OnBuy baru-baru ini menemukan bahwa satu dari lima pria tidak mengganti pakaian dalam mereka setiap hari.
Dari 2.790 orang yang terlibat dalam survei, bahkan menemukan bahwa 1 dari 20 pria memakai kembali celana dalam mereka lebih dari lima kali sebelum mencucinya.
Selain itu, OnBuy menemukan bahwa sebagian besar pemakai berulang memiliki metode tertentu dalam menyortir pakaian kotor. Sebanyak 25 persen pria dan 20 persen wanita memutuskan untuk mengenakan kembali pakaian jika tidak berbau kotor.
Sedangkan 29 persen pria dan 30 persen wanita akan memakainya kembali jika tidak terlihat kotor.
Memang bagi beberapa orang, tidak mengganti pakaian dalam mungkin tidak menyebabkan masalah serius, tetapi ada alasan mengapa orang disarankan untuk mengganti celana dalam secara khusus setiap hari.
Dr Nichola Cosgrove, spesialis perawatan kulit di Natura Emporium mengatakan kepada Metro bahwa manusia memiliki bakteri alami di alat kelamin yang akan tetap berada di tingkat normalnya selama menjaga kebersihan area tersebut.
"Dengan tidak mengganti pakaian dalam Anda setiap hari, Anda akan mulai memiliki akumulasi bakteri seperti Escherichia coli, staphylococcus, streptococcus, dan banyak lagi lainnya yang normal dan berguna ketika mereka tetap pada tingkat yang diperlukan," jelasnya.
Namun karena mereka berkembang di lingkungan yang hangat dan lembap, mereka akan mulai berkembang biak di luar kendali.
Baca Juga: 7 Macam Celana Dalam Wanita, Model G-Strings Paling Seksi
Efeknya bisa beragam, mulai dari bau tak sedap, ruam, rasa gatal yang berlebihan, hingga infeksi jamur, infeksi saluran kemih dan infeksi Staph yang berpotensi mengancam jiwa.
Jika terpaksa harus memakai pakaian dalam kembali, Dr Nichola merekomendasikan untuk disetrika dulu. Panas tinggi dari uap akan mematikan semua bakteri dan hal berbahaya.
Fakta bahwa banyak pria tidak mengganti celana dalam sendiri bukanlah hal baru. Sebelumnya di tahun 2012, dikutip dari Huffington Post, survei oleh Mintel, menemukan fakta buruk bahwa hanya 78 persen pria yang mengenakan celana baru setiap pagi.
Mereka menemukan bahwa seperempat pria Inggris tidak mengganti celana dalam mereka setiap hari dan tidak melihat ada yang salah dengan memakai nya berulang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI