Suara.com - Meski perkembangan kandidat vaksin Covid-19 berjalan lancar dan tidak menemui kendala yang berarti, kasus Covid-19 dunia masih bertambah hingga kini.
Catatan Worldometers, Sabtu (17/10/2020) pukul 08.00 WIB nyaris 40 juta atau tepatnya 39.564.430 warga dunia positif Covid-19.
Dari data itu 1.108.600 di antaranya meninggal dunia dan nyaris 30 juta atau tepatnya
29.643.397 orang berhasil dinyatakan sembuh.
Dalam sehari kasus baru bertambah 411.387 dari seluruh dunia, dan kematian bertambah 6.168 korban jiwa.
Sementara itu jika sebelumnya kasus baru dan kematian baru India selalu lebih tinggi dari Amerika Serikat (AS).
Hari ini justru di kedua kategori itu India lebih rendah dengan 65.126 kasus baru dari total 7.430.635 kasus positif. Sedangkan tambahan kasus baru per hari AS tercatat 70.270 kasus dari total 8.286.861 kasus positif Covid-19.
Untuk kasus kematian hari ini India tercatat 886 orang baru meninggal dunia, dari total 113.032 kematian. Di AS terjadi 911 korban meninggal dunia dari total kasus kematian 223.627 orang.
Sedangkan Indonesia, kini 'memimpin' dalam kasus Covid-19 tertinggi di ASEAN dengan total 353.461 kasus positif, setelah berhasil melewati Filipina yang membukukan 351.750 kasus.
Begitu juga untuk kasus kematian, sebanyak 12.347 orang sudah berpulang di Indonesia akibat Covid-19, jauh lebih tinggi dibanding Flipina dengan total kematian 6.531 korban jiwa.
Baca Juga: Best 5 Otomotif: Valentino Rossi Positif COVID-19, Hyundai IONIQ Siap Maju
Mirisnya begitu juga dalam kasus kesembuhan, angka di Filipina yang mencapai 294.865 kesembuhan, lebih tinggi dibanding Indonesia dengan 277.544 kesembuhan.
Melihat ini Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM berpendapat banyaknya jumlah kasus bukanlah gambaran buruknya kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia.
"Jadi jumlah kasus tidak mengambarkan buruknya kondisi, namun yang memburuknya kondisi kalau persentase yang positif terakhir seminggu terakhir meningkat," ujar Prof. Zubairi saat dihubungi suara.com, Jumat (16/10/2020).
Ia menjelaskan, cara membaca kasus penyakit saat pandemi meningkat atau menurun, bukan dengan melihat jumlah kasus baru, tapi melihat presentase kasus baru dalam seminggu terakhir.
Presentase kasus adalah jumlah kasus baru dibagi jumlah total keseluruhan kasus Covid-19 dikalikan 100 persen.
Bebeberapa waktu lalu kasus Indonesia seminggu terakhir sempat turun, tapi kembali melonjak hingga 20 persen.
Berita Terkait
-
Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
-
Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari