Suara.com - Update kasus Covid-19 di dunia (global) menunjukkan virus corona SARS COV-2 telah sepuluh bulan mewabah di dunia. Data real time situs worldometers, hingga Minggu (18/10/2020) pukul 00.16 GMT atau 07.18 WIB, melaporkan jumlah infeksi telah mencapai 39.937.065 kasus.
Terjadi penambahan kasus sebanyak 370.620 infeksi dalam satu hari kemarin. Sedangkan angka kematian dalam 24 jam terakhir tercatat 5.554 jiwa, membuat totalnya menjadi 1.114.183 jiwa. Sedangkan pasien Covid-19 yang relah dinyatakan sembuh ada 29.875.358 orang.
Dilansir dari channelnewsasia.com, Minggu (18/10/2020), hampir setelah dari penambahan kasus baru terjadi di Eropa. Benua itu disebut telah muncul sebagai pusat penyebaran virus corona baru dalam beberapa pekan terakhir dan melaporkan rata-rata 140.000 kasus sehari selama seminggu terakhir.
Sebagai sebuah kawasan, Eropa melaporkan lebih banyak kasus harian daripada gabungan antara India, Brasil, dan Amerika Serikat. Menurut analisis Reuters, dari setiap 100 infeksi yang dilaporkan di seluruh dunia, 34 berasal dari negara-negara Eropa.
Wilayah tersebut saat ini melaporkan satu juta infeksi baru setiap sembilan hari dan telah melaporkan lebih dari 6,8 juta kasus sejak pandemi Covid-19 dimulai.
Menurut penghitungan Reuters, negara-negara besar Eropa, seperti Inggris, Prancis, Rusia, Belanda dan Spanyol, menyumbang sekitar setengah dari kasus baru Eropa dalam seminggu hingga Minggu, 18 Oktober 2020.
Prancis melaporkan kasus baru tertinggi di Eropa selama tujuh hari terakhir dengan rata-rata kasus sekitar 20 ribu per hari. Diikuti oleh Inggris, Rusia, Spanyol dan Belanda.
Beberapa negara Eropa telah menutup sekolah, membatalkan operasi elektif dan meminta bantuan medis mahasiswa, karena pihak berwenang menghadapi lonjakan Covid-19.
Rusia bahkan memindahkan siswanya ke pembelajaran online dan Irlandia Utara menutup sekolah selama dua minggu juga restoran selama empat minggu. Di Spanyol, pihak berwenang di Catalonia memerintahkan bar dan restoran tutup selama 15 hari dan membatasi jumlah orang yang diizinkan berada di toko.
Baca Juga: Cacat Jantung Bawaan Ternyata Tidak Memengaruhi Keparahan Covid-19!
Berita Terkait
-
Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!
-
Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat