Suara.com - Jumlah orang terinfeksi virus corona Covid-19 terus bertambah. Data terbaru dari Satgas Covid-19 per Selasa, 20 Oktober pukul 12.00 WIB, jumlah infeksi Covid-19 bertambah 3.602 orang. Sehingga total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 368.842 orang.
Penambahan kasus membuat masyarakat was-was dengan ancaman penularan. Terlebih pada ibu hamil yang khawatir akan terinfeksi dan bisa menularkan penyakit yang sama ke janin yang tengah dikandungnya.
Meski begitu, dokter kandungan dr. Ivan Maurits Sp.Og menyampaikan bahwa belum ada penelitian yang membuktikan bahwa bumil yang positif Covid-19 akan menularkan atau membuat kecacatan pada janin.
"Datanya belum terkumpul banyak untuk menimbulkan kecacatan jika ibu positif Covid-19. Kalau memberikan ASI boleh karena tidak ditularkan melalui ASI. Tapi anak berisiko tertular dari ibu. Jadi WHO menyarankan ibu memakai masker N95 saat menyusui," tutur Ivan saat siaran langsung Instagram bersama Mother & Baby, Selasa (20/10/2020).
Ivan menyarankan agar ibu hamil tidak perlu merasa cemas berlebih dengan pandemi Covid-19. Terpenting, katanya, minimalisir kontak langsung dengan orang lain jika tidak mendesak.
Jika pun harus bertemu dengan orang selain anggota keluarga, ia mengingatkan untuk selalu mematuhi 3M protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
"Pokoknya intinya terapkan 3M. Kedua para ibu hamil gak perlu khawatir dengan tingkat penularan. Karena sama saja dengan yang lain. Tinggal faktor menjaga diri yang sulit. Kalau pakai masker masih sesak padahal masalah kebiasaan saja," tuturnya.
"Pastikan pakai masker tiga lapis atau masker medis. Sekarangkan sudah gak langka lagi masker medis, sudah terjangkau. Saya sarankan pakai masker medis saja kalau ketemu orang. Karena kita gak tahu kebanyakan orang tidak bergejala," tambah Ivan.
Semakin dekat dengan hari melahirkan, Ivan menyarankan agar bumil memerhatikan gejala fisik jika terdapat tanda infeksi vorus corona Covid-19. Hal itu bisa dengan merasakan perubahan pada kesehatan fisik atau langsung melakukan tes Covid-19 di layanan kesehatan terdekat.
Baca Juga: Cara Sederhana Kurangi Stres di Tengah Pandemi
Di sisi lain, Ivan juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan di tengah pandemi Covid-19. "Tetap lakukan kontrol kehamilan terutama pada minggu ke 11-12 juga usia 28 minggu sampai saat akan melahirkan. Tetap harus dipantau," katanya.
Pandemi Covid-19 memang membuat kebanyakan bumil takut datang ke fasilitas kesehatan karena khawatir tertular virus corona. Namun menahan diri untuk tidak kontrol kehamilan, menurut Ivan, justru meningkatkan risiko terjadi operasi darurat.
Semakin mendekati waktu melahirkan, sebaiknya ibu sudah menentukan tempat untuk melahirkan. Sebab kebanyakan bumil melahirkan lebih cepat dari 40 minggu, sehingga tak jarang tidak terprediksi.
"Harus direncanakan, karena gak tahu lahirannya kapan. Berdasarkan statistik hanya 4 persen ibu hamil yang lahiran pas usia 40 minggu," ucap Ivan.
Untuk mencegah infeksi, bumil disarankan untuk menjaga asupan nutrisi seimbang termasuk asupan vitamin yang bisa menguatkan imun tubuh dan menangkal Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?