Suara.com - Perawatan stem cell merupakan istilah yang sedang naik daun di industri bio-regeneratif. Seiring dengan berlanjutnya pandemi Covid-19, penelitian di bidang perawatan regeneratif sel punca diprediksi akan terus berkembang secara signifikan.
Salah satunya dilakukan oleh Daewoong Infion, perusahaan joint venture antara perusahaan farmasi Daewoong Pharmaceutical asal Korea Selatan dan Infion asal Indonesia.
Keduanya baru saja mengumumkan dimulainya uji klinis DWP710. Dijelaskan Nova Angginy, kepala peneliti di Daewoong Infion, DWP710 adalah sebuah perawatan untuk gejala dispnea atau (sesak napas) pada pasien Covid-19.
Perawatan ini menggunakan DW-MSC, sebuah teknologi independen terkait sel induk dari Daewoong Group yang diklaim mampu memperkuat efek sel punca, memanfaatkan bahan bebas serum dan bebas xeno dalam proses budidaya sel punca mesenkim.
Perawatan ini terlah terbukti mampu mengobati infeksi dan peradangan akibat virus, bakteri, dan luka melalui berbagai penilaian kemampuan inflamasi.
"Perawatan Covid-19 berbasis sel induk bernama DWP710 ini telah memasuki proses uji klinis melalui kick of meeting kami dengan Kementerian Kesehatan pada tanggal 13 Agustus 2020," ujar Nova melalui siaran pers yang Suara.com terima pada Selasa (20/10/2020).
Daewoong Infion akan memasuki uji klinis fase 2 untuk DWP710 pada kuartal pertama tahun 2021.
Di bawah otorisasi darurat berdasarkan kerja sama aktif bersama dengan Kementerian Kesehatan di Indonesia, Daewoong Infion berencana untuk segera mendistribusikan perawatan ini setelah menyelesaikan fase 2 uji klinis dalam rangka mengatasi Covid-19.
Uji klinis sendiri dilakukan di rumah sakit 'RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo', yang merupakan rumah sakit spesialisasi perawatan Covid-19.
Baca Juga: Cek di Sini! Perjalanan Kereta Api yang Tidak Memerlukan Rapid Test
Uji klinis ini merekrut pasien mulai minggu ketiga bulan Agustus 2020 untuk menyelesaikan hasil uji klinis fase 1 pada bulan Oktober 2020. Perusahaan berencana untuk mengajukan proposal uji klinis fase 2 di Korea dan Indonesia.
Sementara itu, Daewoong Infion memutuskan untuk melakukan penelitian dan pengembangan perawatan Covid-19 lainnya selain DWP710, yaitu 'Niclosamide' dan 'Camostat' melalui kerja sama dengan rumah sakit 'RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo'.
Kedua produk tersebut dilakukan untuk mengantisipasi efek pada pengobatan pasien Covid-19 ringan dan berat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak
-
Rahasia Sendi Kuat di Usia Muda: Ini Nutrisi Wajib yang Perlu Dikonsumsi Sekarang