Selain itu, proyek yang didanai Roche Indonesia dan didukung oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan otoritas setempat lainnya ini juga diharapkan menjadi model untuk pengentasan masalah stunting secara berkelanjutan.
"Dalam kondisi dunia yang serba tidak pasti saat ini, kami memahami kebutuhan akan adanya kegiatan filantropi yang bermakna serta kontribusi dari sektor swasta untuk membantu mitra-mitranya yang berada di lini terdepan dalam memperjuangkan prioritas kesehatan masyarakat seperti stunting," tutur Presiden Direktur PT Roche Indonesia, Dr. Ait-Allah Mejri.
Lebih lanjut, nantinya, Stunting Center of Excellence menjadi pusat distribusi teknologi dan pelatihan yang inovatif serta penguatan sistem kesehatan yang difokuskan kepada tenaga kesehatan, kader puskesmas dan posyandu di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Barat (NTT) lalu pusat inovasi dan intervensi pencegahan serta penurunan stunting yang juga mencakup seluruh Indonesia.
Jessica mengatakan, sebagai pusat pelatihan serta penyebaran peralatan dan teknologi baru, Stunting Center of Excellence akan berkontribusi dalam mencapai target mengurangi stunting di Indonesia menjadi 14 persen pada tahun 2024.
Kementerian Kesehatan menyampaikan ada beberapa tantangan yang harus dilewati untuk melakukan percepatan penurunan stunting di Indonesia, di antaranya menekan kasus anemia ibu hamil dari 48,9 persen menjadi 20 persen pada 2024, kemudian ibu hamil kekurangan energi kronik (KEK) dari 17,3 persen menjadi 10 persen, dan balita gizi kurang 10,2 persen menjadi hanya 7 persen.
Dengan kerja sama atau kolaborasi berbagai pihak (multisektor) dan pelaksanaan strategi pembangunan kesehatan, khususnya dalam pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, secara konsisten tentunya semua pihak layak optimistis bahwa target penurunan prevalensi stunting Indonesia 2024 bakal tercapai dengan baik.
Berita Terkait
-
Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
MBG Uji Sistem Prasmanan, Siswa Ambil Sendiri untuk Tekan Pemborosan
-
Ironi Gizi di Negeri Kaya: Panganan Segar Melimpah, Tapi Produk Kemasan Jadi Jalan Pintas
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak