Suara.com - Melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 biasanya diartikan dengan berada di dekat mereka selama setidaknya 15 menit.
Tetapi, sebuah laporan baru menunjukkan paparan virus corona dalam waktu singkat, selama satu menit atau kurang, juga dapat menularkan penyakit jika paparan tersebut sering terjadi.
Laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS ini menggambarkan petugas Lapas di Vermont yang tertular Covid-19 setelah terpapar virus dari enam narapidana yang terinfeksi, meski ia tidak pernah berada di sekitar mereka selama lebih dari satu menit pada satu waktu.
Berdasarkan laporan yang terbit pada Rabu (21/10/2020) di jurnal CDC Morbidity and Mortality Weekly Report ini, dilansir Live Science, saat itu tidak ada narapidana yang terinfeksi memperlihatkan gejala Covid-19.
Petugas pun memeriksa narapidana dengan tetap menjaga jarak 6 kaki (1,8 meter), yang sebenarnya tidak dianggap dalam kategori kontak dekat karena tidak berada di sekitar narapidana yang terinfeksi selama 15 menit. Kemudian, petugas tetap bekerja seperti biasa.
Namun, satu minggu setelahnya, ia mengalami gejala Covid-19, seperti kehilangan indra perasa dan bau, pilek, batuk, sesak napas, sakit kepala, dan lainnya.
Setelah dilacak, ternyata petugas tersebut sering bertemu dengan narapidana walau tidak lebih dari 15 menit. Selama 8 jam kerjanya, ada 22 pertemuan singkat antara petugas dan narapidana (masing-masing antara 10 dan 60 detik), jadi secara kumulatif sang petugas terpapar dalam kurun waktu 17 menit.
Petugas Lapas juga tetap memakai masker dan kacamata selama pertemuan, tetapi para narapidana tidak selalu melakukannya.
"Setidaknya satu dari narapidana tanpa gejala menularkan virus corona selama pertemuan singkat tersebut," kata penulis penelitian.
Baca Juga: 3 Penelitian Buktikan Obat Rheumatoid Arthritis Tak Bisa Lawan Virus Corona
"Meski penilaian awal tidak menunjukkan bahwa petugas Lapas memiliki paparan kontak dekat, tinjauan rinci dari rekaman video (yang peneliti analisis) mengidentifikasi bahwa durasi kumulatif paparan melebihi 15 menit," tambah mereka.
Temuan itu memiliki implikasi untuk pelacakan kontak, kata peneliti. Faktor tambahan juga dapat dipertimbangkan, seperti seberapa dekat orang berinteraksi, apakah orang yang terinfeksi melakukan sesuatu (misal bernyanyi atau berolahraga yang menghasilkan banyak aerosol pernapasan), dan apakah mereka berkerumun atau di dalam ruangan dengan ventilasi buruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
-
4 HP Snapdragon Paling Murah Terbaru 2025 Mulai Harga 2 Jutaan, Cocok untuk Daily Driver
Terkini
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak
-
Rahasia Sendi Kuat di Usia Muda: Ini Nutrisi Wajib yang Perlu Dikonsumsi Sekarang