Suara.com - Setelah banyak kasus infeksi ulang atau reinfeksi virus corona Covid-19 terjadi di berbagai bagian dunia. Hal ini membuktikan bahwa melindungi diri dari virus corona Covid-19 sangat diperlukan sampai mendapatkan vaksin.
Meskipun pasien virus corona Covid-19 yang pulih bisa mendapatkan antibodi pasca infeksi. Tapi, para ahli tidak benar-benar tahu lamanya antibodi itu bertahan.
Faktanya dilansir dari Times of India, gagal mengambil langkah-langkah pencegahan sederhana bisa semakin meningkatkan risiko seseorang terinfeksi virus corona. Dewan Riset Medis India (ICMR) juga telah memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan tidak menganggap remeh pemulihan.
Meski hanya ada sedikit bukti klinis tentang orang yang mengalami reinfeksi virus corona Covid-19, para ilmuwan menyarankan bahwa ada banyak arti dari apa yang dimaksud dengan infeksi ulang.
Penyebab infeksi ulang ini ada kemungkinan viral load dalam tubuh yang berkurang setelah seseorang sembuh dari virus corona Covid-19.
Dalam beberapa kasus, pasien yang pulih terus memiliki viral load rendah di dalam tubuh. Sehingga, kondisi ini membuat mereka cenderung menunjukkan gejala dan reinfeksi virus corona Covid-19.
1. Antibodi tidak melindungi tubuh dalam waktu lama
Walaupun seseorang benar-benar mengembangkan antibodi virus corona setelah sembuh, tapi antibodi ini mungkin tidak akan memberikan kekebalan seumur hidup.
Penelitian yang sudah ada sebelumnya telah menunjukkan bahwa antibodi bisa mulai berkurang pada pasien yang sembuh antara 3-9 minggu setelah pemulihan.
Baca Juga: 3 Penelitian Buktikan Obat Rheumatoid Arthritis Tak Bisa Lawan Virus Corona
ICMR membutuhkan waktu 100 hari sebagai batas waktu. Setelah itu, jumlah antibodi mulai habis ke titik terendah. Bahkan bisa juga tidak semua pasien sembuh dari virus corona mengembangkan jumlah antibodi yang sama.
Bila lebih ringan infeksinya, maka lebih sedikit respons antibodi tubuh. Karena itu, sangat penting untuk menjaga diri Anda tetap terlindungi dan mengikuti jumlah tindakan pencegahan yang sama, seperti yang Anda lakukan sebelumnya.
2. Tidak memakai masker
Pakai masker tidak hanya membuat perasaan nyaman, tetapi juga membantu melindungi dari kuman dan virus yang keluar dari tetesan cairan pernapasannya. Bahkan cuci masker secara rutin tidak hanya melindungi tubuh dari gangguan pernapasan, tapi juga infeksi pernapasan umum selama berbulan-bulan di musim dingin.
Aturan yang sama juga berlaku dalam menerapkan jarak sosial dan desinfeksi berkala. Setelah Anda dinyatakan negatif virus corona Covid-19, jangan biarkan orang di luar rumah terpapar setidaknya selama 10 hari.
3. Tidak mengikuti jalannya pengobatan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?