Health / konsultasi
Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Setelah banyak kasus infeksi ulang atau reinfeksi virus corona Covid-19 terjadi di berbagai bagian dunia. Hal ini membuktikan bahwa melindungi diri dari virus corona Covid-19 sangat diperlukan sampai mendapatkan vaksin.

Meskipun pasien virus corona Covid-19 yang pulih bisa mendapatkan antibodi pasca infeksi. Tapi, para ahli tidak benar-benar tahu lamanya antibodi itu bertahan.

Faktanya dilansir dari Times of India, gagal mengambil langkah-langkah pencegahan sederhana bisa semakin meningkatkan risiko seseorang terinfeksi virus corona. Dewan Riset Medis India (ICMR) juga telah memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan tidak menganggap remeh pemulihan.

Meski hanya ada sedikit bukti klinis tentang orang yang mengalami reinfeksi virus corona Covid-19, para ilmuwan menyarankan bahwa ada banyak arti dari apa yang dimaksud dengan infeksi ulang.

Penyebab infeksi ulang ini ada kemungkinan viral load dalam tubuh yang berkurang setelah seseorang sembuh dari virus corona Covid-19.

Ilustrasi pasien (Unsplash)

Dalam beberapa kasus, pasien yang pulih terus memiliki viral load rendah di dalam tubuh. Sehingga, kondisi ini membuat mereka cenderung menunjukkan gejala dan reinfeksi virus corona Covid-19.

1. Antibodi tidak melindungi tubuh dalam waktu lama

Walaupun seseorang benar-benar mengembangkan antibodi virus corona setelah sembuh, tapi antibodi ini mungkin tidak akan memberikan kekebalan seumur hidup.

Penelitian yang sudah ada sebelumnya telah menunjukkan bahwa antibodi bisa mulai berkurang pada pasien yang sembuh antara 3-9 minggu setelah pemulihan.

ICMR membutuhkan waktu 100 hari sebagai batas waktu. Setelah itu, jumlah antibodi mulai habis ke titik terendah. Bahkan bisa juga tidak semua pasien sembuh dari virus corona mengembangkan jumlah antibodi yang sama.

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.