Suara.com - Pasak bumi atau tongkat ali merupakan salah satu tumbuhan yang dikenal sebagai obat kuat bagi kaum lelaki. Kandungannya sering ditemui pada aneka jamu untuk kejantanan lelaki.
Tapi, selain dikenal sebagai obat kuat, tanaman herbal ini juga memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya. Hal ini tak lepas dari kandungannya yang terdiri dari beragam antioksidan, antiradang, dan antibakteri. Tak heran jika pasak bumi juga banyak diolah menjadi suplemen herbal, minuman berenergi, jamu, hingga kopi dan teh.
Dikutip dari Alodokter, ini dia beragam manfaat yang bisa didapat dari tanaman pasak bumi.
1. Menambah gairah seksual
Pasak bumi memiliki khasiat sebagai afrodisiak, yaitu meningkatkan libido atau gairah seksual. Tanaman ini juga diketahui mampu merangsang produksi dan kinerja hormon testosteron yang merupakan hormon seks pada lelaki.
Berbagai studi menunjukkan bahwa lelaki yang mengonsumsi ekstrak pasak bumi dapat mengalami peningkatan hormon testosteron dan gairah seksual. Selain itu, konsumsi ekstrak tanaman herbal ini secara rutin juga dapat meningkatkan volume, konsentrasi, dan pergerakan sperma, sehingga dapat meningkatkan kesuburan.
2. Meningkatkan massa otot
Khasiat pasak bumi lainnya adalah meningkatkan massa otot dan performa fisik. Sebuah riset menyebutkan bahwa konsumsi ekstrak pasak bumi sebanyak 100 mg per hari selama 5 minggu, dapat meningkatkan massa dan kekuatan otot lelaki serta memperbaiki performa fisik saat berolahraga.
3. Menjaga stamina dan energi
Senyawa quassinoid yang terkandung dalam pasak bumi dipercaya bisa menambah energi, mengatasi kelelahan, dan meningkatkan stamina tubuh. Meski demikian, efektivitas pasak bumi sebagai penambah energi dan stamina masih perlu dilakukan konsultasi bersama dokter.
4. Meredakan stres
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasak bumi dapat membantu meredakan stres. Beragam kandungan dalam pasak bumi diketahui mampu menurunkan hormon kortisol, yaitu hormon yang diproduksi saat seseorang sedang stres. Selain itu, konsumsi pasak bumi juga dipercaya dapat memperbaiki mood atau suasana hati.
5. Menurunkan kadar gula darah
Di beberapa negara, seperti Malaysia dan India, pasak bumi secara tradisional sudah digunakan untuk mengobati diabetes. Sebuah riset membuktikan pasak bumi mampu menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki kinerja hormon insulin, yaitu hormon yang berperan untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.
Baca Juga: Pro Kontra Tisu Magic, Memangnya Aman Untuk Digunakan?
6. Menghambat pertumbuhan sel kanker
Eurycomanone merupakan salah satu senyawa yang terkandung dalam pasak bumi. Senyawa tersebut diketahui memiliki efek antikanker, sehingga mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
Selain berbagai manfaat di atas, pasak bumi juga diketahui dapat mengatasi peradangan, menurunkan tekanan darah, membasmi parasit plasmodium penyebab malaria, dan membunuh bakteri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!