Suara.com - Seks membantu mengeluarkan serbuan kimiawi dalam tubuh yang membuat tubuh nyaman dan bermanfaat bagi kesehatan. Dalam hal ini, kegiatan yang dimakduh bukan cuma seks bersama pasangan, namun juga seks yang dilakukan seorang diri.
Meskipun begitu, perlu digaribawahi bahwa seks akan tetap menyehatkan jika dilakukan dengan cara-cara sehat yang tak berisiko. Melanisir dari Insider, berikut berbagai manfaat seks pada kesehatan, antara lain:
1. Meredakan Stres
Gairah seksual telah terbukti menurunkan kadar hormon kartisol atau hormon stres. "Kami tahu bahwa orang yang melakukan hubungan seks umumnya memiliki kecemasan dan stres yang lebih sedikit," kata Barb Depree, MD dan pendiri MiddlesexMD.
Alasan lain mengapa seks dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan adalah adanya proses pelepasan endorfin. Hormon endorfin adalah neurotransmitter yang terkait dengan peningkatan perasaan senang, termotivasi, dan berenergi.
2. Membakar Kalori
Seks meningkatkan detak jantung dan membakar lebih banyak kalori daripada hanya duduk di sofa. Menurut sebuah studi tahun 2013, pasangan heteroseksual berusia awal 20-an membakar antara 69 hingga 100 kalori selama berhubungan seksual. Hal ini setara dengan berlari selama 10 menit di atas treadmill.
3. Membantu Tidur Lebih Nyenyak
Baik laki-laki maupun perempuan melaporkan bahwa mereka memiliki tidur yang lebih baik setelah orgasme dengan pasangan atau melalui masturbasi.
Baca Juga: Cara Memakai Kondom yang Benar, Jika Salah Bisa Fatal Akibatnya
"Lebih khusus lagi orgasme untuk perempuan, seks secara umum membantu melepaskan oksitosin yang secara langsung berdampak pada otak untuk mendorong relaksasi," kata Depree.
4. Meningkatkan Sistem Kekebalan
Sebuah studi kecil tahun 2018 menemukan bahwa perempuan yang aktif secara seksual memiliki tingkat antibodi lebih tinggi yang disebut imunoglobulin A dalam air liur mereka.
Kekurangan imunoglobin A dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan tertentu seperti pneumonia dan bronkitis serta infeksi lain pada sinus, telinga, dan mata.
Oleh karena itu, penelitian tersebut menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara seks dan fungsi kekebalan. Meskipun demikian, para peneliti mencatat bahwa diperlukan studi lebih lanjut.
5. Menurunkan Tekanan darah dan Mencegah Penyakit Jantung
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak