Suara.com - Cara memakai kondom yang benar perlu diketahui agar tidak berakibat fatal.
Berhubungan seks memiliki risiko yang fatal, seperti terkena penyakit menular seksual dan menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan. Hal ini terjadi karena saat berhubungan seks tidak menggunakan kondom atau bahkan memakai kondom dengan cara yang tidak benar. Penggunaan kondom yang benar dapat mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan mencegah penularan penyakit seksual.
Kondom adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari karet yang digunakan sebagai pelindung alat kelamin saat berhubungan seksual. Tak jarang orang salah dalam menggunakan kondom dengan benar. Berikut adalah cara memakai kondom dengan benar:
- Buka kemasan kondom dengan mengikuti petunjuk yang dianjurkan dalam kemasan. Cek tanggal kadaluarsa yang terdapat dalam kemasan.
- Setelah dibuka, ambil kondom secara perlahan dari bungkus kemasan. Jepit ujung kondom yang terdapat pada bagian tengah jari untuk mencegah udara masuk. Hal ini untuk mencegah terjadinya robeknya kondom saat digunakan.
- Setelah itu, tempatkan kondom diatas kepala penis dan pastikan penis telah ereksi saat memakai kondom
- Buka gulungan kondom dengan lembut kearah pangkal penis
- Sesaat setelah berhubungan dan mengalami ejakulasi, cabut penis dari dalam vagina sebelum ereksi hilang untuk mencegah kebocoran kondom dalam vagina
- Setelah keluar, tarik kondom dari penis secara perlahan agar sperma tidak keluar dan kemudian bungkus dengan tisu atau plastic dan buang ke tempat sampah
Sebelum menggunakan kondom, terdapat berapa hal yang harus ditaati dalam menggunakan kondom sebagai berikut:
- Periksa tanggal kadaluarsa kondom sebelum pemakaian
- Simpan kondom dalam tempat yang kering dan terhindar dari panas matahari serta jangan disimpan didalam dompet karena tekanan dan gesekan dalam dompet akan membuat kondom mudah rusak
- Sebelum menggunakan pastikan kondom dalam keadaan tidak rusak
- Memilih kondom yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
- Dilarang menggunakan 1 kondom lebih dari satu kali
- Hindari menggunakan pelumas berbahan dasar minyak yang akan menyebabkan kondom mudah rusak
Itulah cara memakai kondom yang benar.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Tag
Berita Terkait
-
Tak Terganggu Lagi, Ini Cara Mute Obrolan di WhatsApp untuk Selamanya
-
Lulus CPNS 2019? Ini Cara Buat SKCK, Surat Keterangan Sehat dan Bebas NAPZA
-
Cara Cek Penerima Bantuan UMKM di eform.bri.co.id Pakai NIK KTP
-
Anak Anji Kemasukan Larva Cacing, Ini Cara Mencegah Cutaneous Larva Migrans
-
Tips Mengemudi di Tanjakan, Simak Cara Antisipasi Mobil Gagal Nanjak
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?