Suara.com - Daun sambung nyawa, atau yang dikenal sebagai daun dewa saat ini sedang menjadi tren karena bisa digunakan untuk olahan campuran makanan, seperti mie ayam.
Tak hanya itu, daun sambung nyawa dapat dikonsumsi dalam keadaan mentah sebagai lalapan. Bahkan, rebusan daun sambung nyawa juga dapat diminum seperti meminum teh dengan cara merebus beberapa helai daunnya dan meminumnya.
Beberapa penelitian melaporkan bahwa ekstrak daun sambung nyawa mengandung berbagai zat aktif kimiawi yang baik untuk kesehatan, seperti saponin, tanin, terpenoid, flavonoid, kaempferol-3-O-rutinoside, kaempferol, dan stragalin.
Untuk mengenal lebih jauh manfaat daun sambung nyawa, berikut seperti dikutip dari Alodokter, yaitu:
1. Meredakan peradangan
Kandungan etanol, steroid, flavonoid, dan kaempferol dalam ekstrak daun sambung nyawa memiliki sifat antiinflamasi dan antivirus. Oleh karena itu, tanaman ini dipercaya dapat meredakan peradangan, seperti rematik, dan penyakit tertentu yang disebabkan oleh virus.
2. Membantu melawan kanker
Tanaman ini sudah sejak lama digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk kanker darah, kanker rahim, dan kanker payudara. Ekstrak dari daun sambung nyawa menunjukkan aktivitas yang dapat mencegah pertumbuhan dan pembelahan sel kanker, serta dapat membunuh sel tersebut. Dengan begitu, penyebaran kanker ke organ lain dapat dicegah.
Meski begitu, penelitian ini masih terbatas pada uji coba laboratorium, sehingga masih dibutuhkan penelitian lebih jauh mengenai efektivitas daun sambung nyawa dalam pengobatan kanker pada manusia.
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Peran Penting Caregiver Untuk Penderita Diabetes
3. Mengatasi diabetes dan kemandulan
Beberapa penelitian melaporkan bahwa ekstrak daun sambung nyawa dapat menurunkan kadar gula darah. Selain itu, daun ini juga dilaporkan dapat mengatasi masalah kemandulan akibat diabetes dengan cara meningkatkan jumlah, pergerakan, dan kualitas sperma, serta mengurangi persentase sperma yang mati.
4. Mengatasi gangguan pencernaan
Luka pada lambung dan usus yang bisa menyebabkan perdarahan pada saluran cerna juga diyakini dapat diredakan dengan ekstrak daun sambung nyawa. Selain itu, ekstrak daun ini terlihat dapat mencegah terbentuknya tukak lambung dan melindungi lapisan dalam lambung.
5. Mengatasi hipertensi dan melindungi jantung
Beberapa penelitian melaporkan bahwa daun sambung nyawa dapat mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi) dengan cara mencegah aktivitas angiotensin converting enzyme (ACE), yaitu enzim yang mengatur tekanan darah dan melebarkan pembuluh darah. Dengan teratasinya hipertensi, risiko untuk terjadinya penyakit jantung juga dapat ditekan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS