Suara.com - Saat kecil banyak anak ingin bermain di luar di bawah matahari atau bahkan rintik hujan. Tapi sayangnya, ada beberapa anak di luar sana yang tidak bisa bermain di bawah sinar matahari.
Dilansir dari World of Buzz, bocah 6 tahun bernama Muhammad Faris Amsyar Mohd Zurari dari Pengkalan Chepa, Kelantan, yang hidup dengan Epidermolysis Bullosa (EB) tidak dapat terkena cuaca panas.
ia juga tidak dapat menggores atau menggosok apapun termasuk pakaian atau mainan, jika tidak , kulitnya akan menjadi luka, melepuh dan akan rontok.
Anak laki-laki yang malang itu menderita EB sejak lahir. Hal yang membuatnya lebih menyedihkan bahwa penyakit itu tampaknya tidak ada obatnya dan dia harus menanggungnya selama sisa hidupnya.
Ibunya, Norazilawani Zi yang berusia 36 tahun mengatakan bahwa ketika Faris lahir melalui operasi di Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II (HRPZ II) karena lahir sungsang, Faris keluar tanpa kulit di kaki kanannya sampai ke titik di mana dia urat nadi bisa dilihat dari lutut hingga kakinya.
Dokter rupanya telah memastikan bahwa itu karena penyakit EB.
Ia mengatakan bahwa kulit Faris, dibandingkan dengan kedua saudara kandungnya, sangat sensitif sehingga ia hanya bisa dikurung di dalam ruangan untuk mencegah agar kulitnya tidak terluka.
“Awalnya hanya bisa dilihat di kakinya, tapi seiring berjalannya waktu, semakin parah hingga ke seluruh tubuhnya. Tidak hanya terjadi pada lapisan luar kulitnya yang terluka dan bisul, tapi sekarang lapisan dalam juga mudah sobek, termasuk gusinya yang membuatnya sulit makan, ”ujarnya.
Ia melanjutkan, meski matanya tidak bermasalah, selain semua kuku jari kaki dan kukunya rontok saat usianya di atas setahun, ia juga diperkirakan akan menjalani operasi pada Februari 2021 untuk mencabut sebagian giginya yang rusak dan rapuh guna mencegah infeksi bakteri.
Baca Juga: Suasana Haru Iringi Prosesi Pemakaman Dalang Ki Seno Nugroho
Untuk fokus sepenuhnya pada kesehatannya, sang ibu harus berhenti dari pekerjaannya sebagai juru tulis di sebuah perusahaan asuransi lima tahun lalu.
“Tapi sejak tahun lalu, saya membuka warung jajan di dekat rumah kami untuk memenuhi kebutuhannya dengan penghasilan harian sekitar Rp170 ribu,” tambahnya, selain bergantung pada penghasilan suaminya sebesar Rp 350 ribu sehari sebagai buruh kasar.
Biaya perawatan Muhammad Faris mencapai Rp6,9 juta sebulan, termasuk peralatan kebersihan untuk luka-lukanya serta susu spesial seharga Rp62 ribu untuk satu kaleng, yang akan bertahan sekitar dua minggu.
Mereka juga menerima bantuan bulanan sebesar Rp1,2 juta dari Departemen Kesejahteraan Sosial (JKM).
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?