Suara.com - Sakit maag atau tukak lambung disebabkan oleh luka terbuka yang berkembang di lapisan lambung. Kondisi tersebut bisa meninggalkan sensasi terbakar yang sangat menyakitkan dan tidak nyaman.
Kebanyakan orang sering tidak menyadari dirinya menderita maag dan menganggap gejalanya hanya mulas biasa yang akan hilang sendiri. Tapi, Anda harus segera mewaspadainya bila feses atau tinja sudah berwarna gelap.
Pendarahan di bagian atas sistem pencernaan bisa menyebabkan feses atau tinja berwarna hitam dan lengket. Bisul atau bentuk iritasi lain di kerongkongan atau lambung yang dikenal sebagai gastritis bisa menyebabkan kondisi tersebut.
Jika ulkus terbentuk di perut seseorang, kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan yang membuat tinja menjadi lebih hitam dan lengket.
"Penggunaan beberapa obat jangka panjang, seperti ibuprofen dan aspirin bisa menyebabkan sakit maag. Infeksi bakteri juga bisa menjadi penyebabnya," jelas ahli di Medical News Today dikutip dari Express.
Adapun gejala lain dari sakit maag termasuk nyeri perut, penurunan berat badan, mual atau muntah, kembung, merasa mudah kenyang, bersendawa, mulas, dan anemia.
Cara mendiagnosis sakit maag
Diagnosis dan pengobatan sakit maag tergantung pada gejala dan tingkat keparahannya. Biasanya dokter akan meninjau riwayat kesehatan Anda bersama gejala sakit maag yang dirasakan pasien serta obat yang dikonsumsi.
Pengobatan sakit maag
Baca Juga: Belajar dari Gatot Brajamusti, Begini Pemulihan Stroke pada Pasien Diabetes
Kebanyakan tukak lambung akan sembuh dalam satu atau dua bulan dengan pengobatan. NHS menyarankan perawatan yang harus dijalani penderita maag disesuaikan dengan kondisinya.
"Kebanyakan orang akan diberi resep obat yang disebut penghambat pompa proton (PPI) untuk mengurangi jumlah asam yang diproduksi lambung mereka dan memungkinkan tukak lambung sembuh secara alami," jelas NHS.
Berita Terkait
-
Rahasia Umbi Garut di Minuman Ini: Solusi Alami Obati GERD dan Maag yang Direkomendasikan Ahli Gizi!
-
Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan dari Bekasi, Gunung Kidul dan Sukadana
-
Rano Karno Sebut Penting Sedot Tinja 3 Tahun Sekali: Kalau Tidak bisa Meledak!
-
Putin Selalu Bawa Pulang Urin dan Kotoran BAB Usai Kunjungan Luar Negeri, Alasannya Nggak Main-main!
-
Kepergok! Truk Tinja Buang Limbah ke Got di Jatinegara, Satu Truk Langsung Diamankan
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar