Suara.com - Belakangan ramai dikabarkan bahwa ada seorang perempuan berusia 71 tahun, yang dites positif mengidap virus corona. Peristiwa ini jelas membingungkan komunitas medis dengan diagnosisnya baru-baru ini.
Dilansir dari Times of India, penduduk Washington, yang didiagnosis terinfeksi pada awal Maret melanjutkan untuk menyebarkan virus selama 70 hari berturut-turut, jauh lebih lama dari yang diperkirakan. Bahkan ia juga tidak menderita gejala apa pun, meskipun sistem kekebalannya terganggu.
Menurut laporan, wanita berusia 71 tahun itu menderita leukemia akut, yang membuatnya terganggu kekebalannya. Tes berulang, yang dilakukan selama 105 hari menemukan bahwa ada viral load yang cukup besar di saluran pernapasan bagian atas.
Namun, partikel virus menular terdeteksi hingga tanda 70 hari. Perempuan itu juga ditemukan tidak memiliki antibodi, yang dapat membantunya mengalahkan infeksi pada waktunya.
Kasus baru-baru ini menjelaskan betapa sedikit yang kita ketahui tentang virus dan penularannya. Ini adalah kasus penularan COVID terlama yang terdokumentasi secara global.
Meskipun kebanyakan orang dianggap dapat menular hingga dua minggu, memecahkan kode grafik penularan dan kemampuan virus untuk menularkan bukanlah ilmu pengetahuan yang mudah.
Saat dokter terus meneliti lebih lanjut tentang sifat virus, berikut penjelasan tentang periode penularan virus COVID-19, dan waktu aman untuk berbaur dengan orang-orang.
Lantas, seberapa lama sih orang akan tertular virus corona?
Seorang pasien positif COVID-19 dikatakan menularkan virus setidaknya selama 8 hari setelah inkubasi.
Baca Juga: Australia Mulai Produksi Vaksin Covid-19
Namun, periode 8 hari tersebut hanyalah proyeksi. Beberapa orang dapat membawa-bawa virus dalam jangka waktu yang relatif lama.
Kemampuan virus untuk menginfeksi orang lain dan membuat seseorang menular juga tergantung pada sistem kekebalannya.
Misalnya, mereka dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti perempuan yang dimaksud, dapat merasa lebih sulit untuk sepenuhnya menghapus viral load dari tubuh.
Kekurangan sistem kekebalan juga menempatkan seseorang pada risiko yang lebih tinggi untuk tertular komplikasi parah akibat COVID-19.
Mengutip contoh perempuan yang tidak pernah memiliki gejala, para ilmuwan juga menyarankan bahwa orang yang tidak menunjukkan gejala dapat membawa virus untuk waktu yang lebih lama.
Rekor sebelumnya untuk siklus penularan terpanjang dengan COVID-19 dipatok pada 20 hari. Sementara periode 70 hari adalah kasus yang jarang terjadi. Oleh sebab itu perlu lebih banyak penelitian untuk menyimpulkan penularan virus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai