Suara.com - Kantong celana bagian depan adalah tempat ideal bagi para lelaki untuk menyimpan ponsel. Hal itu lantaran lokasi ini mudah diakses dengan tangan jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan ponsel. Tapi, menurut pakar kesehatan, ini bukan lokasi aman untuk menyimpan ponsel.
Gelombang frekuensi radio (RF) yang dipancarkan ponsel bisa berefek negatif pada jaringan hidup, demikian seperti diwartakan Medical Daily, Senin (10/11/2020).
Gelombang RF diperkirakan berhubungan dengan terjadinya gangguan tidur, sakit kepala, tingginya tekanan darah, kerusakan DNA, dan kesulitan untuk berkonsenterasi. Beberapa penelitian saat ini sedang fokus meneliti keterkaitan efek gelombang RF pada otak, jika kita memegang ponsel dekat dengan kepala.
Dan kabar baiknya, hingga saat ini belum ada satupun data penelitian dari National Cancer Institute beserta lembaga kesehatan lainnya, yang menyatakan ponsel bisa menyebabkan kanker.
Namun saat gelombang RF dikaitkan dengan sperma, kesimpulannya, ponsel tidak boleh berada dekat dengan organ vital, batas maksimal hanya di atas ikat pinggang. Hal ini terbukti, setelah beberapa studi oleh peneliti terkemuka dalam 10 tahun terakhir, membuktikan gelombang RF membuat jumlah sperma jadi lebih sedikit.
Misalnya, penelitian di 2018 menemukan bukti jika paparan gelombang RF berdampak buruk karena menurunkan kualitas sperma. Sementara penelitian lain menemukan semakin lama organ vital terpapar gelombang RF, membuat jumlah sperma dewasa semakin sedikit.
Sedangkan di 2014, peneliti di University of Exeter Inggris meninjau kembali 10 penelitian sebelumnya, termasuk menganalisis 1.492 sampel sperma. Hasilnya, tetap saja mereka menyatakan jika menyimpan ponsel di saku depan celana berdampak buruk pada kualitas sperma, dan lelaki yang mengalami infertilitas, sangat mungkin terdampak lebih parah.
Lantas sebagai penegasan di tahun yang sama, di 2014, jurnal Urologi Eropa Tengah menyimpulkan adanya hubungan erat antara radiasi ponsel dan penurunan mortalitas sperma.
Ingat juga, sejak ponsel pertama diperkenalkan pada 1973, jumlah sperma terus menurun selama beberapa dekade, atau beberapa puluh tahun terakhir.
Baca Juga: Khusus Pria, Jauhkan Ponsel dari Kantong Celana Depan
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua