Suara.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus kembali memeringatkan semua orang untuk terus memiliki semangat memerangi virus corona Covid-19.
Melansir dari Medicalxpress, Tedros menegaskan bahwa meski orang-orang telah lelah menghadapi Covid-19, tapi virus tersebut nyatanya belum bosan menginfeksi manusia,
Berbicara kepada majelis tahunan utama WHO pada Senin (9/11/2020), ia juga menyatakan bahwa penting bagi orang untuk terus mengikuti sains dan menahan keinginan bersikap denial pada Covid-19.
"Kita mungkin lelah dengan Covid-19, tapi tidak dengan virus tersebut," katanya.
"Virus bukan hanya memangsa mereka yang kesehatannya lebih lemah, tetapi juga memangsa kelemahan lain seperti ketidaksetaraan, perpecahan, penyangkalan dan pada dasarnya kita tidak bisa bernegosiasi dengan virus," imbuhnya.
Menurut Tedros, satu-satunya harapan untuk menutun kita keluar dari pandemi virus corona Covid-19 adalah sains, solusi, dan solidaritas. Tedros memperingatkan bahwa pandemi juga nyatanya mengingatkan akan kebutuhan dunia untuk saling bersolidaritas.
"Kita perlu menata kembali kepemimpinan yang dibangun di atas rasa saling percaya dan akuntabilitas untuk mengakhiri pandemi dan mengatasi ketidaksetaraan mendasar yang menjadi akar dari begitu banyak masalah dunia," kata Tedros.
Virus corona Covid-19 sendiri per Selasa (10/11/2020) telah menginfeksi kurang lebih 50,9 juta jiwa di mana 1,2 juta di antaranta telah dikonfirmasi meninggal dunia. Sementara pada di Indonesia, virus corona Covid-19 telah mencapai lebih dari 400 ribu kasus dengan pasien meninggal lebih dari 14 ribu orang.
Baca Juga: Emas 50 Gram Emak-emak di Padang Raib, Usai Dihipnotis 'Petugas Covid'
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026