Suara.com - Vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi China, Sinovac, saat ini tengah diuji di Indonesia. Namun tidak seperti di Indonesia, Brasil justru menangguhkan uji klinis vaksin sinovac, dengan alasan ditemukannya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius. Sontak hal ini menimbulkan keresahan, dan banyak pihak mengkhawatirkan nasib 1.603 relawan yang sudah disuntik vaksin, termasuk di antaranya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang terdaftar sebagai relawan.
Menanggapi ini, Jubir Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI adalah badan yang punya kewenangan mengawal uji klinis vaksin Covid-19 di Indonesia, termasuk di antaranya Sinovac.
"BPOM sebagai lembaga yang berwenang selalu mengawal dan mengikuti perkembangan uji klinis kandidat vaksinnya," ujar Prof. Wiku melalui pesan singkatnya kepada suara.com, Rabu (11/11/2020).
Ia mengatakan pemerintah hingga saat ini masih mencari tahu informasi yang akurat seputar putusan dan kebijakan Brasil, terkait vaksin sinovac. Setelah dipastikan pemerintah menjamin akan segera menyampaikan kebenarannya kepada masyarakat.
"Jika ada update terkait vaksin yang signifikan pasti pemerintah akan segera menyampaikan kepada publik secara transparan. Untuk saat ini tidak ada informasi terkait hal itu (vaksin sinovac)," katanya.
Sehingga ia hanya menyarankan masyarakat untuk bersabar dan menunggu informasi yang valid, dan tidak menerka-nerka informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Jadi lebih baik kita bersabar dengan informasi terupdate," tutup Prof. Wiku.
Sementara itu, Bio Farma sebagai perusahaan farmasi Indonesia yang bekerjasama melakukan uji klinis vaksin dengan Sinovac, memastikan dari 1.603 relawan yang sudah dua kali disuntik vaksin sinovac tidak ada laporan KIPI serius yang menimpa relawan.
Di sisi lain, pihak Sinovac melalui klarifikasi yang ditulis di situs resminya mengklaim jika KIPI serius atau Serious Adverse Event (SAE) yang terjadi di Brasil tidak ada kaitannya dengan vaksin mereka.
Baca Juga: Terus Melonjak, Kasus Covid-19 di Indonesia Hari Ini Capai 448.118 Orang
"Setelah berkomunikasi dengan mitra Institut Butantan Brasil, kepala institut tersebut yakin bahwa insiden KIPI serius atau SAE tersebut tidak ada hubungannya dengan vaksin. Sinovac akan terus berkomunikasi dengan Brasil mengenai masalah ini. Uji klinis di Brasil dilakukan secara ketat sesuai dengan persyaratan GCP (good clinical practice) dan kami yakin dengan keamanan vaksin tersebut," terang Sinovac di situsnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat