Suara.com - Virus corona Covid-19 menginfeksi setiap orang dengan cara berbeda, ada yang berisiko meninggal akibat infeksi parah dan ada pula yang tidak memiliki gejala apapun.
Sejak awal pandemi, orang tua dan orang yang memiliki masalah kesehatan mendasar sudah masuk dalam kategori orang paling berisiko terhadap virus corona Covid-19.
Tapi seiring berjalannya waktu, virus corona Covid-19 ini semakin berkembang dan para ahli mulai mempelajari cara kerja virus ini menginfeksi manusia,
Para ilmuwan mengatakan bahwa ada beberapa faktor kunci yang menyebabkan orang rentan meninggal dunia akibat virus corona Covid-19.
Sebuah tim peneliti dari 8 institusi di China dan Amerika Serikat, termasuk Rumah Sakit Umum Tentara Pembebasan Rakyat Cina di Beijing dan Universitas California, telah melihat data dar 85 pasien yang meninggal akibat kegagalan organ setelah terinfeksi virus corona Covid-19.
Semua orang yang terlibat dalam penelitian ini pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hanan atau Rumah Sakit Union Wuhan antara 9 Januari dan 15 Febuari 2020.
Penelitian yang muncul di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine dilansir dari The Sun, menemukan serangkaian faktor yang meningkatkan risiko kematian pasien virus corona.
1. Jenis kelamin
Virus corona menjadi ancaman khusus bagi pria. Para peneliti menemukan 72,9 persen pasien virus corona yang meninggal dunia berjenis kelamin pria.
Baca Juga: Obat Radang Sendi Bisa Kurangi Kematian Akibat Covid-19 71 Persen
Pria lebih berisiko karena dipengaruhi oleh faktor biologis dan gaya hidup lainnya. Pria mungkin lebih banyak yang merokok dibandingkan wanita.
2. Usia
Para ahli mempertegas bahwa semua orang dari segala usia bisa terinfeksi virus corona. Tapi, orang lanjut usia yang sudah 60 tahun ke atas lebih berisiko mengalami infeksi parah.
Rata-rata orang yang meninggal dunia akibat virus corona berusia 65 tahun ke atas. Hal itu bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh manusia menurun seiring bertambahnya usia.
3. Masalah kesehatan sebelumnya.
Penelitian ini juga menemukan sebagian besar pasien virus corona yang meninggal juga memiliki riwayat masalah esehatan kronis, seperti jantung atau diabetes.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh