Suara.com - Setiap orang tentu menginginkan tidur yang berkualitas atau tidur lebih nyenyak. Tetapi, tidak semua akan mendapatkan itu. Efeknya tubuh akan terasa lemas dan membuat seseorang mudah sakit.
Jadi memastikan untuk bisa nyenyak sangatlah penting. Sebenarnya ada banyak cara yang perlu dilakukan agar bisa tertidur nyenyak. Salah satunya mengkonsumsi makanan dan minuman bernutrisi tinggi sebelum tidur.
Selain juga melakukan tidur yang cukup, artinya seseorang membutuhkan minimal 8 jam waktu tidur dalam sehari.
Tidur berkualitas juga dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit kronis tertentu, menjaga otak tetap sehat dan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau imunitas terhadap seseorang.
Lantas apa saja yang perlu dikonsumsi sebelum tidur, berikut rekomendasi 9 jenis makanan dan minuman yang bisa membuat tidur malammu semakin nyenyak, seperti dilansir dari Healthline, Selasa (17/11/2020) diantaranya:
Almond
Kacang almond seringkali disebut dalam beberapa rekomendasi menyoal kesehatan. Kacang ini memang memiliki aneka manfaat bagi tubuh.
Almond merupakan sumber nutrisi yang sangat baik, lantaran 1 ons atau 28 gram kacang panggang kering mengandung 18 persen dari kebutuhan harian orang dewasa akan fosfor dan 23 persen riboflavin.
Satu ons almond juga bisa memenuhi 25 persen kebutuhan mangan harian untuk laki-laki dan 31 persen kebutuhan mangan harian untuk perempuan.
Baca Juga: 10 Minyak Esensial yang Dipercaya Ampuh Tingkatkan Kualitas Tidur
Makan almond secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko terhadap beberapa penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Simpulan ini berhubungan dengan lemak tak jenuh tunggal yang sehat, serat dan antioksidan dari almond.
Sebuah studi mengklaim almond juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Ini lantaran almond, sama seperti beberapa jenis kacang lain, merupakan sumber hormon melatonin yang mengatur jam internal tubuh untuk memberikan sinyal bersiap tidur.
Kalkun
Kalkun mungkin merupakan makanan yang enak untuk dimakan sebelum tidur karena jumlah protein dan triptofannya yang tinggi, keduanya dapat menyebabkan kelelahan.
Teh chamomile
Jenis teh chamomile merupakan teh herbal populer yang terkenal dengan flavon. Ini merupakan golongan antioksidan yang dapat mengurangi peradangan yang sering menyebabkan penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?