Suara.com - Pfizer Inc akhirnya mengumumkan hasil akhir dari uji coba fase tiga dari kandidat vaksin Covid-19 mereka, yang menunjukkan 94% efektif, Rabu (18/11/2020).
Perusahaan mengatakan hasil kemanjuran vaksin yang dikembangkannya bersama BioNTech SE asal Jerman konsisten pada semua kalangan, baik berdasarkan usia maupun etnis.
Vaksin ini juga disebut tidak memiliki efek samping yang besar. Menurut mereka, itu menjadi tanda bahwa imunisasi dapat dilakukan secara luas di seluruh dunia.
Channel News Asia melaporkan, efektivitas pada orang dewasa di atas 65 tahun, yang berisiko tinggi tertular virus corona jenis baru, lebih dari 94%.
Analisis terakhir ini dilakukan setelah perusahaan mengumumkan hasil awal dari uji coba yang menunjukkan 90% efektif pekan lalu.
Pfizer memaparkan ada 170 kasus Covid-19 dalam percobaan terhadap 43 ribu sukarelawan. Sebanyak 162 di antaranya termasuk dalam kelompok plasebo dan 8 di kelompok vaksin.
Sepuluh orang mengembangkan Covid-19 parah, dan salah satunya menerima vaksin.
Perusahaan mengatakan vaksin dapat ditoleransi dengan baik dan sebagian besar efek sampingnya ringan hingga sedang, dapat hilang secara cepat.
Satu-satunya kejadian buruk yang memengaruhi lebih dari 2% pada mereka yang divaksinasi adalah kelelahan. Efek itu memengaruhi 3,7 persen penerima setelah dosis kedua.
Baca Juga: Melonjak, Hari Ini Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 1.147 kasus
"Dengan ratusan ribu orang di seluruh dunia terinfeksi setiap hari, kami sangat membutuhkan vaksin yang aman dan efektif untuk dunia," kata CEO Pfizer Albert Bourla dalam sebuah pernyataan.
Rencananya, baik Pfizer dan BioNTech akan mengirimkan data kepada pemerintah di seluruh dunia. Mereka juga berencana mengirimkan data penelitian ke jurnal ilmiah peer-review.
Sebelumnya, Pfizer berharap dapat memproduksi 50 juta dosis vaksin akhir tahun ini, yang disebut dapat melindungi 25 juta orang. Lalu, mereka akan memproduksi kembali sejumlah 1,3 miliar dosis tahun depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?