Suara.com - Upaya untuk melakukan skrining Covid-19 bagi wisatawan di Amerika Serikat, lebih banyak membawa masalah ketimbang manfaat. Demikian menurut laporan laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
CDC, dengan bantuan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri, melakukan skrining penumpang yang tiba di bandara dari beberapa negara yang terkena dampak paling parah antara Januari dan September.
Pejabat memeriksa lebih dari 766.000 penumpang, tetapi pada akhirnya hanya 35 pelancong yang dites virus corona dan hanya sembilan yang dinyatakan positif.
Itu hanya satu kasus positif dari 85.000 wisatawan yang diperiksa. Para pejabat kehilangan informasi kontak untuk "sebagian besar" dari wisatawan yang diperiksa.
Laporan baru, yang diterbitkan dalam Laporan Mingguan Morbiditas dan Kematian CDC, menemukan bahwa program tersebut memerlukan sumber daya yang intensif meskipun memberikan tingkat deteksi kasus yang rendah.
Upaya itu akhirnya "tidak efektif" karena orang yang terinfeksi Covid-19 mungkin tidak menunjukkan gejala bahkan saat menularkan virus ke orang lain.
Skrining termasuk observasi tanda-tanda penyakit, pemeriksaan suhu tanpa kontak dan kuesioner tentang gejala dan paparan. Wisatawan yang sakit atau terpapar orang lain dengan virus tersebut kemudian dirujuk ke petugas medis untuk penilaian lebih lanjut.
Bahkan saat pemeriksaan bandara dilakukan, ada pertanyaan tentang nilainya. Selama musim panas, kepala TSA David Pekoske mengatakan bahwa pemeriksaan suhu "bukan jaminan" bahwa penumpang memiliki atau tidak memiliki COVID-19, Fox News sebelumnya melaporkan.
Meski pemeriksaan dilakukan, mereka tidak menghentikan penyebaran virus. Virus corona telah menewaskan lebih dari 250.000 orang Amerika dan menginfeksi 11 juta lainnya, menurut data Universitas Johns Hopkins. Jumlah rata-rata kasus harian baru di AS baru-baru ini mencapai rekor tertinggi.
Baca Juga: Wali Kota Solo Minta Masyarakat untuk Bersedia di Rapid Test dan Swab
CDC mengakhiri pemeriksaan pada bulan September, memilih untuk fokus pada upaya mitigasi virus yang "lebih efektif" yang berfokus pada penumpang individu, kata badan tersebut pada saat itu.
"Dengan memfokuskan kembali upaya mitigasi pada risiko penumpang individu selama perjalanan perjalanan udara, [pemerintah AS] dapat melindungi kesehatan masyarakat Amerika secara paling efektif," kata pejabat dalam siaran pers.
Laporan baru menyarankan pengumpulan informasi kontak penumpang sebelum kedatangan akan membantu pelacakan kontak tepat waktu. Pengujian dan karantina juga dapat mengurangi risiko penyebaran virus korona antar wilayah geografis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya