Suara.com - Bekerja dari rumah membuat Anda kekurangan aktivitas fisik, tidak ada lagi persiapan menuju kantor, berlari mengejar kereta atau bus, hingga pergi ke luar kantor saat makan siang.
Kini Anda lebih banyak duduk dan melakukan kegiatan yang menetap selama berjam-jam. Padahal menurut penelitian banyak melakukan aktivitas fisik bisa menangkal risiko kematian dini.
"Orang masih bisa melindungi kesehatan mereka, dengan mengimbangi efek berbahaya duduk terlalu lama dan tidak melakukan aktivitas fisik," ujar peneliti Profesor Emmanuel Stamatakis, Pakar Aktifitas Fisik dan Kesehatan Masyarakat dari University of Sydney, mengutip Metro, Jumat (27/11/2020).
Ilmuwan mengungkap dalam penelitian pada 44.000 orang di empat negara, menemukan rata-rata duduk terlama bisa mencapai lebih dari 10 jam, dan ini meningkatkan risiko kematian secara signifikan. Tapi peneliti juga menambahkan 30 hingga 40 menit melakukan aktivitas fisik intensitas sedang ternyata bisa mengimbangi dan mengurangi risiko kematian ini.
"Ada banyak pilihan aktivitas di dalam ruangan yang tidak memerlukan banyak alat, seperti menaiki tangga, bermain dengan anak-anak atau hewan peliharaan, menari atau kelas yoga maupun pilates online " jelas Prof. Emmanuel.
Meski panduan organisasi kesehatan dunia WHO merekomendasikan aktivitas fisik 150 hingga 300 menit sehari dengan intensitas sedang, dan 75 hingga 100 menit melakukan aktivitas berat, namun Prof. Emmanuel mengatakan semua itu tetap lebih baik untuk kesehatan Anda daripada tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali.
Sementara itu rekomendasi untuk orang dewasa yang hidup dalam kondisi penyandang disabilitas atau disabilitas usia berapapun, disarankan tetap melakukan aktivitas penguatan otot.
Di antaranya seperti mengangkat beban, pemanasan, dengan intensitas sedang maupun selama dua hari sekali.
Dalam panduan WHO juga disebutkan untuk para lansia berusia 65 tahun ke atas, mereka tetap harus melakukan aktivitas fisik yang berfokus pada keseimbangan fungsi dan latihan beban dengan intensitas sedang tiga hari sekali selama seminggu.
Baca Juga: 7 Fakta Sementara Terungkap Mayat dalam Ubin Rumah: Dikubur Hidup-hidup?
Aktivitas ini berfungsi untuk meningkatkan fungsi organ, dan mencegah terserang penyakit jantung. Untuk lansia perempuan maupun ibu hamil juga disarankan rutin melakukan aktivitas fisik seperti aerobik di dalam ruangan atau latihan otot panggul dan kaki.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi