Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinyatakan positif Covid-19 beberapa waktu lalu. Anies dinyatakan positif setelah melakukan tes swab PCR yang hasilnya keluar pada Selasa, (1/12/2020).
Meski demikian, Anies sempat dinyatakan negatif lewat ts swab antigen pada 29 November 2020 lalu. Tentunya hal itu menjadi pertanyaan banyak pihak. Mengapa hasil tersebut berbeda?
Terkait perbedaan ini, Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes, perlu memperhatikan faktor preanalitik, analitik, dan post analitik tadi. Demikian seperti dikutip dari keterangannya yang diterima Suara.com, Kamis, (3/2/2020).
Tahap preanalitik yaitu penanganan sampel sebelum memasuki ruangan laboratorium (meliputi pengambilan swab, penanganan atau penyimpanan, dan transportasi pengiriman sampel). Sementara analitik yaitu proses analisis sampel hingga mengeluarkan hasil.
Sedangkan post analitik yaitu mengeluarkan hasil pemeriksaan kemudian diserahkan kepada pasien.
“Proses pengambilan, penanganan, penyimpanan, transportasi, dan analisa sampel swab yang tidak tepat akan menyebabkan hasil pemeriksaan yang tidak akurat,” ujar Irhamsyah.
Namun, yang menjadi masalah dan perlu masyarakat ketahui adalah waktu pengambilan swab yang berbeda akan menyebabkan hasil pemeriksaan yang berbeda.
"Seperti contoh misalnya seseorang yang melakukan PCR di Primaya Hospital positif namun keesokan harinya melakukan swab di rumah sakit lain dan hasilnya negatif," kata Irhamsyah.
Hal tersebut bisa saja terjadi karena SARS COV2 sudah tidak ada lagi di dalam tubuh orang tersebut. Kemudian, apa itu hasil PCR “inkonklusif”? Inkonklusif berarti hasil pemeriksaan laboratorium yang tidak terdeteksi positif atau negatif.
Baca Juga: Positif Covid-19, Gubernur Ganjar Doakan Anies Baswedan Cepat Sembuh
"Hal tersebut bisa disebabkan karena hanya sebagian gen target Covid-19 yang terdeteksi dan biasanya disebabkan oleh konsentrasi material genetik pada swab yang sangat rendah atau oleh adanya mutasi gen COVID-19 karena yang seperti kita ketahui, SARS COV2 adalah virus yang sangat mudah bermutasi," ujar dia.
Jika didapatkan hasil inkonklusif tersebut, maka disarankan masyarakat dapat melakukan pengambilan sampel kembali.
Penanganan seseorang yang terinfeksi Covid-19 tidak bisa mengandalkan hanya dari pemeriksaan PCR saja, khususnya apabila seseorang dinyatakan positif namun tidak merasakan gejala apapun.
Oleh karena itu, diperlukan konsultasi ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut kesehatan Anda dari hasil wawancara, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang lain yang dilakukan oleh dokter agar dapat dilakukan penanganan pasien Covid-19 yang lebih tepat dan terarah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin