Suara.com - Pemerintah mengatakan bahwa klaster keluarga semakin meningkat belakangan ini. Dikatakan bahwa risiko penularan Covid-19 pada orang-orang dalam satu rumah 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki kontak dengan orang yang terinfeksi di luar rumah. Demikian disampaikan oleh Monica Nirmala, Penasihat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Menurut Monica, hal ini diperparah dengan kondisi masyarakat Indonesia yang tinggal bersama multi generasi dalam satu rumah, yang terdiri dari kakek, nenek hingga cucu.
"Padahal kita tahu, orang lanjut usia (lansia) adalah kelompok yang rentan terinfeksi. Kalau satu rumah dengan mereka yang berusia produktif, masih bekerja di luar, bisa pulang ke rumah membawa virus. Pada akhirnya banyak yang tidak tertolong," jelasnya dalam webinar dengan judul 'Pentingnya Penerapan 3T dan 3M untuk Memutus Rantai Penularan Covid-19' bersama suara.com, Jumat (4/12/2020).
Hal ini, lanjut dia, bisa dilihat dari kasus pertama di Indonesia, yang ada pada klaster keluarga. Dan hingga saat ini, klaster keluarga masih sangat mendominasi di Indonesia. Itu artinya orang yang terinfeksi Covid-19, menularkan ke anggota keluarga lain di rumahnya.
Melihat hal tersebut, Monica meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan isolasi mandiri di rumah. Sebisa mungkin, dipisahkan saja di fasilitas kesehatan yang memang sudah disediakan pemerintah.
"Selain untuk mencegah penularan di dalam rumah, sebenarnya tujuan keduanya adalah agar orang ini bisa dipantau oleh petugas kesehatan dari awal sampai dia sembuh, dibandingkan kalau dia isolasi mandiri kadang susah dipantaunya," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala