Suara.com - Mempelajari bahasa asing tidak sekadar membuat Anda jago berkomunikasi dengan orang lain.
Melalui bahasa kita dapat memahami apa yang dimaksud seseorang, begitu juga sebaliknya.
Di abad ke-21, mengetahui bahasa asing tidak hanya bermanfaat, tetapi diperlukan untuk sukses dalam hidup.
Globalisasi ekonomi membuat budaya dan komunitas yang beragam menjadi lebih sering berhubungan satu sama lain.
Untuk itu kemampuan berbahasa sangat diperlukan di era saat ini. Di sisi lain belajar bahasa telah terbukti meningkatkan fungsi kognitif.
Berikut beberapa manfaat yang kita dapat dalam mempelajari bahasa.
1. Mempelajari bahasa meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
Mempelajari bahasa akan membuat otak kita berpikir lebih.
Hal itu akan meningkatkan cara kerja otak. Hal itu dapat membuat otak kita terbiasa dalam memecahkan suatu masalah.
Baca Juga: 5 Minuman Sehat yang Tingkatkan Kinerja Otak, yang Mana Favoritmu?
2. Meningkatkan kemampuan berbicara
Mempelajari bahasa menuntuk kita untuk membaca. Semakin banyak seseorang membaca, ia akan terbiasa dengan susunan kata-kata yang ada.
Hal itu akan meningkatkan kemampuan dalam berbicara.
3. Meningkatkan daya ingat
Bahasa akan membantu otak untuk meningkatkan daya ingat terhadap sesuatu.
Hasil dari belajar membaca akan membantu saraf otak agar mudah mengingat suatu hal.
4. Memperluas daya pikir yang kreatif dan fleksibel
Belajar bahasa tidak lebih dari membaca, berbicara, mendengarkan. Hal itu akan berpengaruh terhadap daya pikir kita.
Kemampuan membaca membuat pengetahuan kita menjadi luas. Hal itu akan membantu berpikir kreatif dan fleksibel
5. Memperbaiki sikap terhadap bahasa dan budaya
Bahasa tidak hanya mempelajari kata-kata. Namun, bahasa menuntut untuk memperbaiki etika dan sikap terhadap bahasa dan budaya.
Hal itu dapat dilihat ketika belajar bahasa, kita akan mempelajari cara menyusun kata-kata terhadap lawan bicara.
Untuk itu, bahasa sangat membantu memperbaiki sikap seseorang. (Fajar Ramadhan)
Berita Terkait
-
Mengapa Peringkat IQ Bukan Tolok Ukur Utama Kesuksesan Bangsa?
-
Sinopsis Can This Love Be Translated?: Saat Bahasa Kalbu Lebih Sulit dari Bahasa Asing
-
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa