Suara.com - Salah satu kekhawatiran untuk melakukan donor darah adalah faktor keamanan selama pandemi Covid-19.
Menjawab hal ini, Ketua Bidang Unit Transfusi Darah Pengurus PMI Pusat, dr. Linda Lukitari Waseso, mengatakan masyarakat tak perlu khawatir untuk mendonorkan darah di masa pandemi Covid-19, karena dalam pelaksanaan donor darah PMI telah menetapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Bagi yang ingin melakukan donor darah tentu kami memastikan untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku," ujar Linda dalam pernyataannya pada acara webinar Suara.com dengan tema ‘Aman Donor Darah Saat Pandemi,’ Jumat (11/12/2020).
Untuk tempatnya, PMI memastikan donor chair-nya maupun tempat tidur, dan seluruh ruangannya disemprot desinfektan sehari tiga kali.
Begitu juga peralatannya dan petugas pun memakai alat pelindung diri supaya selain menjaga pelaksananya aman.
"Semua petugas atau pendonor harus sehat, tidak memiliki penyakit, dan tidak dianjurkan untuk melakukan rapid test sebelum melakukan donor darah. Seluruh protokol ini berlaku dalam kegiatan donor darah, baik di rumah, mobil PMI, ataupun di 225 unit donor darah PMI," tegasnya.
Lebih lanjut, kata dia dengan begitu seharusnya cukup menjawab kekhawatiran masyarakat soal kontaminasi virus corona.
Ia pun menyebutkan hingga saat ini belum ada data penularan Covid-19 melalui transfusi darah. WHO sendiri mencatat bahwa mayoritas penularan Covid lebih karena droplet.
Dia juga menyebutkan selama pandemi Covid telah terjadi penurunan donor darah yang berimbas pada stok darah.
Baca Juga: Orang-orang Masih Takut Keluar Rumah, Ekonomi Jadi Tak Leluasa Bergerak
Jumlah pendonor turun tercatat mencapai sekitar 20 sampai 30 persen secara reguler.
Linda mengimbau kepada masyarakat untuk mendonorkan darah secara rutin. Ada dua cara untuk mendonorkan darah saat ini.
Pertama, mengundang PMI ke daerah secara kolektif. Kemudian, bisa juga datang ke unit PMI yang ada di setiap provinsi.
Selain itu, terkait penyintas Covid-19 yang mendonorkan darah. Linda menjelaskan, saat ini ada yang disebut sebagai pendonor penyintas, artinya pendonor yang baru sembuh dari Covid-19.
Donornya biasanya digunakan untuk terapi plasma kovalesen yang akan diberikan kepada pengidap Covid-19. Tentunya pendonor telah memenuhi syarat-syarat bagi penyintas Covid-19 untuk bisa mendonorkan darahnya.
"Ini kabar baik bagi penyintas Covid sehingga bisa lebih aktif mendonorkan darahnya. Walaupun memang ada beberapa yang tidak bisa kalau tidak memenuhi persyaratan. Dan, kami juga memastikan tidak ada memperjual belikan donor darah di PMI," tuturnya.
Berita Terkait
-
Prabowo Bangga pada Sugianto, PMI Penyelamat 7 Lansia dari Kebakaran di Korea Selatan
-
Bukan ke Iran! Jubir Bongkar Agenda Asli JK di Tengah Video Viral Dalam Pesawat
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan