Suara.com - Pandemi Virus Corona (Covid-19) telah mengubah cara hidup mayoritas orang di dunia guna mencegah penularan. Termasuk bagi para ibu yang ingin menyusui anaknya.
Seperti diketahui, Air Susu Ibu (ASI) sendiri merupakan kebutuhan eksklusif bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. ASI memberikan kecukupan dan kelengkapan nutrisi serta perlindungan terhadap berbagai penyakit.
“Pemberian ASI pada anak memang menjadi dilema bagi para ibu di tengah masa pandemi, khususnya mereka (ibu) yang terinfeksi,” ujar Dokter Konselor Laktasi Rs Grha Kedoya dan RSPI Puri Indah, dr Margaret M. Sugondo, CIMI, dalam pernyataannya secaravirtual di Instagram Mother&Baby, beberapa hari lalu.
Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak juga telah memastikan belum terdeteksi ada ASI yang mengandung virus Corona, meskipun ibunya terkonfirmasi positif.
“Oleh karena itu, nampaknya Covid-19 tidak dapat ditularkan dari aktivitas menyusui atau memberi ASI dari ibu ke anak. Jadi, tetap merekomendasikan bagi ibu yang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun Covid-19 untuk tetap menyusui,” jelasnya.
Namun begitu, kata dia saat menyusui seorang ibu harus tetap menerapkan langkah-langkah kebersihan yang tepat, termasuk menggunakan masker medis jika tersedia untuk mengurangi risiko penularan melalui droplet.
Jika seorang ibu positif atau diduga terinfeksi, ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol, terutama sebelum menyentuh bayinya.
Kemudian saat batuk atau bersin, gunakan tisu dan segera membuangnya lalu mencuci tangan. Secara teratur pastikan melakukan pembersihan dengan desinfektan secara berkala di area permukaan dan sekitarnya.
“Sering mencuci tangan memakai sabun, dan gunakan masker medis saat menyusui dan mengikuti aturan protokol kesehatan yang telah disarankan pemerintah dan organisasi Kesehatan WHO. Tetapi, jika ibu mengalami keraguan, dapat berkonsultasi dengan tenaga profesional yang dapat membimbing menyusui dalam kondisi Covid-19,” tuturnya.
Baca Juga: Layangan Tradisional Buatan Ibu Rumah Tangga
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi