Health / Konsultasi
Sabtu, 12 Desember 2020 | 19:10 WIB
Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)

Suara.com - Pandemi Virus Corona (Covid-19) telah mengubah cara hidup mayoritas orang di dunia guna mencegah penularan. Termasuk bagi para ibu yang ingin menyusui anaknya. 

Seperti diketahui, Air Susu Ibu (ASI) sendiri merupakan kebutuhan eksklusif bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. ASI memberikan kecukupan dan kelengkapan nutrisi serta perlindungan terhadap berbagai penyakit.

“Pemberian ASI pada anak memang menjadi dilema bagi para ibu di tengah masa pandemi, khususnya mereka (ibu) yang terinfeksi,” ujar Dokter Konselor Laktasi Rs Grha Kedoya dan RSPI Puri Indah, dr Margaret M. Sugondo, CIMI, dalam pernyataannya secaravirtual di Instagram Mother&Baby, beberapa hari lalu.

Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak juga telah memastikan belum terdeteksi ada ASI yang mengandung virus Corona, meskipun ibunya terkonfirmasi positif.

Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)

“Oleh karena itu, nampaknya Covid-19 tidak dapat ditularkan dari aktivitas menyusui atau memberi ASI dari ibu ke anak. Jadi, tetap merekomendasikan bagi ibu yang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun Covid-19 untuk tetap menyusui,” jelasnya.

Namun begitu, kata dia saat menyusui seorang ibu harus tetap menerapkan langkah-langkah kebersihan yang tepat, termasuk menggunakan masker medis jika tersedia untuk mengurangi risiko penularan melalui droplet.

Jika seorang ibu positif atau diduga terinfeksi, ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol, terutama sebelum menyentuh bayinya.

Kemudian saat batuk atau bersin, gunakan tisu dan segera membuangnya lalu mencuci tangan. Secara teratur pastikan melakukan pembersihan dengan desinfektan secara berkala di area permukaan dan sekitarnya.

“Sering mencuci tangan memakai sabun, dan gunakan masker medis saat menyusui dan mengikuti aturan protokol kesehatan yang telah disarankan pemerintah dan organisasi Kesehatan WHO.  Tetapi, jika ibu mengalami keraguan, dapat berkonsultasi dengan tenaga profesional yang dapat membimbing menyusui dalam kondisi Covid-19,” tuturnya.

Baca Juga: Layangan Tradisional Buatan Ibu Rumah Tangga

Load More