Suara.com - Beberapa orang mungkin harus berpergian selama pandemi virus corona Covid-19 karena urusan bisnis atau pekerjaan. Perjalanan ini tentu meningkatkan risiko penularan virus corona Covid-19.
Apalagi sekarang ini banyak orang berpergian menggunakan pesawat. Karena itu, memilih tempat duduk yang tepat cukup membantu mencegah penularan virus corona.
Biasanya, orang memilih tempat duduk di pesawat dengan memikirkan ruangan untuk kakinya dan fasilitasnya. Tapi sekarang, semua orang perlu memikirkan tingkat risikonya.
Sebagian besar maskapai yang beroperasi menutup kursi tengah pesawat untuk menjaga jarak sosial antar penumpangnya. Tapi, duduk di dekat jendela salah satu cara terbaik menghindari penularan virus corona.
Menurut para ahli, dilansir dari Times of India, duduk di dekat jendela adalah tempat yang aman untuk meminimalisir penularan Covid-19. Hal itu kursi di dekat lorong pesawat menjadi tempat orang berlalu lalang.
Jadi, orang yang duduk dekat jendela cenderung tidak tersentuh dengan kuman dan jauh dari permukaan yang menular.
Risiko penularan virus corona melalui tetesan pernapasan juga sangat kecil ketika seseorang duduk di dekat jendela. Meskipun begitu, bukan berarti tetesan virus dan kuman itu tidak bisa bergerak sejauh 1 meter untuk menular ke orang lain.
Jika memungkinkan, Anda juga bisa memiliki kursi di bagian belakang pesawat yang memiliki risiko penularan virus corona lebih rendah. Karena, orang yang berlalu lalang di daerah itu lebih sedikit daripada duduk di bagian depan.
Namun, perlu diingat bahwa tempat duduk dekat jendela dan di bagian belakang pesawat bukan berarti melindungi Anda dari virus corona Covid-19.
Baca Juga: Ahli Tegaskan Vaksin Virus Corona Tak Pengaruhi Kesuburan, ini Alasannya!
Risiko infeksi virus corona juga meningkat pada orang yang duduk di koridor dan kebersihan bandara tidak terjaga. Apalagi, situasi bandara ramai orang dan ventilasi tidak terlalu baik.
Meskipun berpergian selama pandemi berisiko tertular virus corona. Tapi, sejumlah penelitian mengatakan bahwa menggunakan penerbangan selama pandemi merupakan aktivitas yang tidak terlalu berisiko dibandingkan mengunjungi toko bahan makanan dan toko lainnya.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, juga mengatakan risiko penularan virus di dalam pesawat berada di sisi yang lebih rendah. Hal itu berkat sistem sirkulasi udara dan filter di dalam pesawat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak