Health / Konsultasi
Sabtu, 12 Desember 2020 | 16:58 WIB
Ilustrasi vaksin (pixabay.com)

Suara.com - Ilmuwan Inggris dan Rusia bekerja sama untuk menguji kombinasi vaksin Oxford-AstraZeneca dan Sputnik V. Mereka ingin melihat kombinasi keduanya bisa meningkatkan perlindungan terhadap virus corona Covid-19 atau tidak.

Kombinasi kedua vaksin itu bisa menyebabkan respons kekebalan yang lebih baik pada manusia. Uji coba yang berlangsung di Rusia ini akan melibatkan orang usia 18 tahun ke atas, meskipun tidak jelas banyaknya orang yang akan terlibat.

Baru-baru ini Oxford menerbitkan hasil yang menunjukkan vaksin mereka aman dan efektif dalam uji coba pada manusia.

Para peneliti masih mengumpulkan data tentang keefektifan vaksin virus corona pada kelompok usia yang lebih tua sambil menunggu persetujuan dari regulator Inggris.

AstraZeneca mengatakan sedang menjajaki kombinasi berbagai vaksin adenovirus untuk mengetahui kombinasinya bisa menghasilkan respons kekebalan lebih baik atau tidak.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Harapannya dilansir dari BBC, menggabungkan berbagai vaksin bisa memberikan kekebalan yang lebih kuat atau tahan lama terhadap virus corona Covid-19.

Ada beberapa alasan yang mengarah pada kombinasi vaksin Oxford dan Sputnik V mungkin bermanfaat untuk virus corona Covid-19.

Keduanya menggunakan virus yang tidak berbahaya untuk mengirimkan bagian penting dari vaksin ke dalam tubuh. Risikonya adalah tubuh menjadi kebal terhadap vaksin yang membuat kombinasi keduanya menjadi kurang efektif melawan virus corona.

Vaksin Oxford buatan Inggris, dikembangkan dalam kemitraan dengan AstraZeneca dan vaksin Sputnik Rusia, yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute di Moskow. Kedua vaksin itu mengandung materi genetik dari protein lonjakan Sars-CoV-2.

Baca Juga: Cegah Penularan Virus Corona, China Sarankan Pramugari Pakai Popok!

Load More