Suara.com - Pemerintah Singapura akan mulai melonggarkan pembatasan wilayah mulai tanggal 28 Desember, atau tiga hari setelah perayaan Natal.
Dilansir Anadolu Agency, Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan pada pembukaan fase ketiga itu, negara mengizinkan pertemuan sosial hingga delapan orang, dan pembolehan menerima tamu hingga sejumlah itu.
Jumlah tersebut naik ketimbang saat ini yang hanya maksimal lima orang.
"Ini akan memudahkan untuk menggelar pertemuan keluarga selama periode perayaan, jadi kami akan mengakhiri tahun ini dengan kabar baik," ujar Lee, pada Senin.
Pelonggaran pembatasan itu juga berlaku di tempat umum seperti mal, obyek wisata, dan tempat ibadah.
Meski ada pelonggaran dan perayaan diperbolehkan, Lee mengingatkan agar warga tetap waspada dan tertib protokol kesehatan.
Lee menyebutkan bahwa “pertempuran masih jauh dari menang” karena gelombang infeksi masih terjadi di banyak negara.
April lalu, Singapura menerapkan pembatasan “Circuit Breaker”, demi mencegah penularan Covid-19.
Negara tersebut memberlakukan pelonggaran tahap pertama pada 1 Juni dan tahap kedua pada 19 Juni, seiring terkendalinya wabah sekaligus demi memulihkan perekonomian yang terpuruk karena pandemi.
Baca Juga: Sekolah di Seoul Tutup, Korea Selatan Lakukan Karantina Wilayah Nasional?
Berita Terkait
-
Piala AFF 2026: Jamu Timnas Indonesia di Stadion Jalan Besar, Kapten Singapura Kirim Ancaman
-
Pemuda Indonesia-Singapura Kolaborasi Jaga Stabilitas Multikulturalisme Kawasan
-
Laga Timnas Indonesia Vs Singapura di Piala AFF 2026 Bakal Istimewa, Kenapa?
-
Satu Grup dengan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Pelatih Singapura Antusias Sambut Tantangan
-
Segrup dengan Vietnam, Ini Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?