Suara.com - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, mengatakan bahwa libur panjang ternyata selalu meningkatkan kasus virus corona Covid-19 secara signifikan.
Pada libur Idul Fitri lalu, Dewi menjelaskan kasus virus corona di Indonesia naik sekitar 70% hingga 90%. Kemudian pada Agutus, kenaikannya justru berlanjut hingga September akhir.
Sedangkan pada libur panjang ketiga, tepatnya pada Oktober lalu, jumlah orang yang ditemukan positif menurun karena jumlah pemeriksaan pun lebih sedikit.
Meski begitu, Dewi menjelaskan hal yang perlu diperhatikan adalah angka positivity rate (tingkat kepositifan).
Positivity rate merupakan jumlah orang positif Covid-19 dari keseluruhan total orang yang diperiksa. Semakin banyak jumlah hasil yang positif setelah diperiksa, artinya laju penularan semakin tinggi.
Dewi menjelaskan, positivity rate mingguan saat libur panjang (bulan Oktober) berada pada titik 13,44% pada minggu pertama, yang ternyata menurun pada pekan berikutnya.
Namun sayangnya, angka positivity rate justru mulai menanjak sejak memasuki pekan ketiga setelah libur panjang.
"(Naik) di angka 13,83%, setelah itu lanjut naik terus di 14,67%, sampai dengan 17,31%," jelas Dewi, di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (16/12/2020).
Artinya, lanjut Dewi, dampak libur panjang di Indonesia justru baru terlihat pada minggu ketiga setelah libur panjang berakhir.
Baca Juga: Temuan MAKI soal Penyelewengan Nilai Bansos Covid-19 Dilaporkan ke KPK
Saat itu angka kasus Covid-19 hingga menembus 8 ribu. Setelahnya, kasus di Indonesia tidak pernah menurun hingga di bawah enam ribu.
"Dampak libur panjang terakhir di bulan Oktober mungkin secara waktu jeda lebih lama dibandingkan dua kali kejadian libur panjang sebelumnya," ungkap Dewi, menjelaskan alasan kemungkinan alasan naiknya kasus pada pekan terakhir.
Dewi juga menambahkan bahwa kemungkinan beberapa insiden, seperti event kerumunan, ikut berkontribusi dalam kenaikan angka penularan Covid-19 ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir