Suara.com - Telah diketahui bahwa kesepian bisa berdampak pada kesehatan, terutama pada orang dewasa yang lebih tua. Sebuah studi baru oleh Mc Gill University menunjukkan bahwa ada efek kesepian di otak di mana mencerminkan respons kita terhadap perasaan isolasi sosial.
Melansir dari Healthshots, para peneliti menemukan semacam tanda di otak orang-orang yang kesepian berdasarkan variasi volume wilayah otak yang berbeda serta bagaimana wilayah tersebut berkomunikasi satu sama lain.
Tim peneliti memeriksa data magnetic resonance imaging (MRI), genetika dan penilaian diri psikologis dari sekitar 40.000 orang dewasa paruh baya dan lebih tua. Para peneliti menemukan beberapa perbedaan dalam otak orang yang kesepian.
Manifestasi masalah otak ini berpusat pada apa yang disebut jaringan default, sekumpulan wilayah otak yang terlibat dalam pemikiran batin seperti mengenang, merencanakan masa depan, membayangkan dan memikirkan orang lain.
"Dengan tidak adanya pengalaman sosial yang diinginkan, individu yang kesepian mungkin bias dalam membedakan mana yang kenangan atau bayangan," kata Nathan Spreng dari The Neuro (Montreal Neurological Institute-Hospital) dari McGill University dan penulis utama studi tersebut mengatakan.
Kesepian adalah masalah kesehatan utama, sebab banyak penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa lansia yang mengalami kesepian memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan kognitif dan demensia.
Memahami bagaimana kesepian memanifestasikan dirinya di otak bisa menjadi kunci untuk mencegah penyakit saraf dan mengembangkan perawatan yang lebih baik. Hal ini juga dinyatakan dalam, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.
"Kami baru mulai memahami dampak kesepian pada otak. Memperluas pengetahuan di bidang ini akan membantu untuk lebih menghargai urgensi mengurangi kesepian dalam masyarakat," kata Danilo Bzdok, peneliti di The Neuro dan Quebec Artificial Intelligence Institute dan penulis senior studi tersebut.
Baca Juga: Menderita Gluten Ataksia, Pria Ini Tidak Bisa Konsumsi Roti atau Pasta
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi