Suara.com - Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat pada tahun 2013, jumlah ibu hamil yang mengalami anemia mencapai 37,1 persen dan di tahun 2018 jumlahnya ternyata semakin banyak yaitu 48,9 persen.
Spesialis Gizi dan Ketua Departemen Ilmu Gizi FKUI, dr Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, SpGK, mengatakan, masalah ini harus diperhatikan sebab jika seorang ibu hamil mengalami anemia, maka akan beresiko terjadi anemia juga pada anaknya.
“Jumlah ibu hamil yang mengalami anemia, mayoritas berusia 15-24 tahun. Jadi 84,6 persennya berusia muda,” ujar dr. Nurul, dalam pernyataannya secara virtual, Kamis (17/12/2020).
Menurut dr. Nurul, masalah anemia tersebut mungkin disebabkan karena mereka belum siap hamil. Selain itu edukasi dan tingkat pemahaman yang kurang akan bahaya anemia juga berkontribusi dalam meningkatnya penyakit ini.
“Jadi jangan hanya berpikir makan yang cukup, atau jumlah makan yang cukup dan sesuai tanpa berpikir bahwa zat besi ini penting sekali bagi anak yang akan dilahirkannya,” lanjutnya.
Lebih lanjut, kata dia bahwa dampak ibu hamil yang mengalami anemia akan berpotensi melahirkan prematur, berat badan anak menjadi rendah, cepat lelah, mengalami komplikasi perdarahan.
Tak hanya itu, ibu hamil bisa jadi HB nya setelah melahirkan mengalami penurunan, keluhan tensi jantung, serta adanya pembesaran otot jantung.
Dia menambahkan, salah satu penyebab lainnya ibu hamil mengalami anemia karena kurangnya konsumsi asupan makanan kaya zat besi, terutama dari sumber hewani seperti daging merah, hati, ikan, dan ayam.
“Dengan begitu, ibu hamil perlu menjaga asupan makanan khususnya makanan kaya zat besi seperti sereal, ikan tuna, sayur-sayuran hijau, hati ayam dan hati sapi serta daging merah tanpa lemak,” tutur dia.
Baca Juga: Ibu Hamil yang Dikubur di Tepi Tol Ternyata Selingkuhan Sopir Bus Mayasari
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal